
TANJUNGPINANG, batamtv.com – Pembukaan Musyawarah Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (Munas BEM SI) ke XVI di Kampus Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang pada Senin (29/05) siang diwarnai kericuhan.
Diketahui, Munas dengan tema; Memperkokoh NKRI Dalam Perspektif Kemaritiman ini telah dibuka secara resmi oleh Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar. Namun ditengah berlangsungnya pembukaan sempat diwarnai aksi simbolis pembentangan spanduk penolakan oleh Aliansi Mahasiswa UMRAH (AMARAH) aksi itu diketahui ungkapan kekecewaan mahasiswa Umrah terhadap BEM KM UMRAH yang bungkam terhadap persoalan internal kampus.
Terlihat dari tulisan yang ada di spanduk “TOLAK MUNAS BEM SI”, Aliansi Mahasiswa UMRAH mendesak agar MUNAS ini dibatalkan. Rizky selaku koordinator aksi membenarkan hal itu, dirinya menyampaikan bahwa mahasiswa menolak dilaksanakannya Munas di kampus mereka.
“Kami dari Aliansi Mahasiswa Umrah menolak dilaksanakannya Munas bukan tanpa sebab. Sebab BEM KM UMRAH masih harus menyelesaikan persoalan internal terlebih dahulu karena kondisi Kementerian BEM KM juga masih banyak yang kosong,” ujar Rizky selaku koordinator lapangan.
“Kami juga menyayangkan kegiatan ini tetap dibuka padahal kami sendiri mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji menolak kegiatan ini diselenggarakan, dan kami juga menyayangkan bahwasanya aksi kami tidak dihiraukan oleh Gubernur padahal kami membentang spanduk yang bertuliskan “TOLAK MUNAS BEM SI” Tepat didepan beliau sebelum beliau memukul gong untuk membuka kegiatan,” tegasnya menambahkan.
Sontak setelah aksi bentang spanduk dilaksanakan terjadi kericuhan antara masa aksi dengan BEM KM UMRAH. Salah seorang menteri BEM KM UMRAH sempat menuturkan kegiatan itu bukan merupakan kegiatan BEM, namun ini kegiatan kampus.
Namun ujaran itu menteri BEM UMRAH itu dibantah langsung oleh masa aksi, yang mempertanyakan lagi “kegiatan itu sebagai Munas kampus atau Munas BEM?,” kata mahasiswa.
Setelah terjadinya bentrok didalam forum, massa aksi lantas menyampaikan kekecewaan kepada Rektor Umrah, terlebih terhadap tindakan BEM KM Umrah yang tidak pernah peduli terhadap internal kampus dan mendesak agar kampus tidak ikut campur persoalan pembelajaran mahasiswa di organisasi yang dibentuk oleh mahasiswa dan mendesak agar demokrasi dikembalikan sepenuhnya kepada mahasiswa.
editor: oktarian
reporter : dwi susilo









































