Puskesmas Batuaji proaktif jemput bola melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dengan menemui masyarakat. Tampak Tim Skrining Mobile AVT
Nakes Puskesmas Batuaji melayani check kesehatan pengunjung Restaurant Dapur Ikan Bakar Cik Molek Sagulung, Sabtu Malam (15/10). (foto: rahyudo lumaksono-batamtv.com)
BATAM, batamtv.com – Puskesmas Batuaji melakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check up penyakit menular seksual (PMS) secara gratis di Restaurant Dapur Ikan Bakar Cik Molek Sagulung Sabtu malam (15/10) lalu.
Upaya proaktif jemput bola dengan menemui masyarakat ini sengaja dilakukan Puskesmas Batuaji untuk mengantisipasi sekaligus menekan peningkatan potensi berjangkitnya penyakit menular seksual seperti HIV sipilis GO dan lain lain di kota Batam khususnya Kecamatan Batuaji dan Sagulung.
“Puskesmas Batuaji proaktif mengadakan check up kesehatan (skrining mobile vct) kepada masyarakat secara gratis Sabtu malam (15/10) di Restaurant Dapur Ikan Bakar Cik Molek Sagulung,” ujar Ketua Tim Nakes Puskesmas Batu Aji dr. Arys Trys Nani di Sagulung Sabtu Malam (15/10).
Pantauan awak media ini pengunjung restaurant terlihat antusias memanfaatkan kegiatan tersebut. Demikian juga Tim Nakes Puskesmas Batuaji cepat merespon, sigap dan melayani dengan ramah.
Kepada batamtv.com dr. Arys Trys Nani menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program Dinas Kesehatan Kota Batam yang pelaksanaannya diterapkan secara innovative oleh Puskesmas Batu Aji
“Dengan pola jemput bola ini, secara dini kita akan dapat memantau perkembangan sekaligus mencegah penularan penyakit menular seksual” jelasnya.
Lebih lanjut dr. Arys menyampaikan kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap 3 bulan sekali, dilakukan di beberapa tempat yang berpotensi menjadi titik penyebaran penyakit menular seksual.
Selain itu tempat komunitas komunitas tertentu dalam masyarakat juga menjadi target dan sasaran program ini.
Kegiatan ini diawali dengan pengisian formulir, lalu dilakukan pengambilan sample darah masyarakat yang diperiksa. Adapun hasil chek up kadar gula, tekanan darah, kolesterol bisa diketahui beberapa menit usai pengambilan sampel darah.
Namun untuk hasil test secara keseluruhan termasuk deteksi penyakit menular dan lain lain dapat diperoleh di Puskesmas Batuaji 2 hari pasca pemeriksaan.
Dr. Arys mengungkapkan, secara umum pola penyebaran penyakit menular seksual adalah melalui hubungan seksual yang tidak aman, dan berganti ganti pasangan tanpa alat pelindung.
“Dua pola ini menjadi pemicu utama peningkatan penyakit menular seksual,” ujarnya penuh semangat.
Dari sisi angka penyebaran penyakit menular seksual di Kecamatan Batuaji masih terbilang relative kecil jika dibandingkan dengan Kecamatan lain.
“Angka penyebaran penyakit menular seksual tertinggi di pusat kota yaitu Kecamatan Lubuk Baja dan Batam Kota,” paparnya .
dr. Arys Trys Nani menyebutkan program ini rutin terus berlanjut hingga target penurunan angka penyakit menular seksual di Kecamatan Batu Aji tercapai.
Kepala Puskesmas Batu Aji dr. Sri Fetra Netti (kiri), Ketua Tim Nakes dr. Arys Trys Nani (kanan)
Sementara itu dihubungi terpisah melalui telepon Senin siang (17/10) Kepala Puskesmas Batu Aji dr. Sri Fetra Netti mengharapkan masyarakat Batuaji bisa mengikuti kegiatan ini untuk mendeteksi dari awal penularan penyakit menular seksual, sehingga dengan sendirinya kasus penyakit ini tidak meningkat.
“Kepada masyarakat dihimbau untuk memanfaatkan program ini sebaik mungkin,” pungkasnya.