Jakarta, batamtv.com – Pemerintah bersama Bank Indonesia dan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan koordinasi yang turut melibatkan DPR RI, Kementerian Keuangan, serta otoritas terkait lainnya.
Wakil Ketua DEN, Mari Elka Pangestu, menegaskan bahwa ketidakpastian global, termasuk kenaikan harga minyak, mulai berdampak pada inflasi dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, respons kebijakan yang cepat dan terkoordinasi menjadi sangat penting.
“Kita harus menjaga stabilitas makroekonomi sebagai prioritas utama dalam jangka pendek,” ujarnya.
Dari sisi moneter, Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 100 basis poin menjadi 5,75 persen. Kebijakan ini dinilai efektif dalam menarik aliran modal asing yang hingga akhir Juni 2026 mencapai sekitar USD9 miliar.
Selain itu, BI juga meningkatkan ekspansi likuiditas dari sekitar Rp600 triliun pada Mei menjadi Rp1.000 triliun pada akhir Juni guna menjaga stabilitas pasar uang dan nilai tukar.
Di sisi fiskal, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap sehat. Hingga Mei 2026, defisit anggaran tercatat sebesar 0,7 persen terhadap PDB, jauh di bawah batas aman 3 persen.
Ia juga menyebut penerimaan pajak tumbuh 19,1 persen, sementara belanja negara telah melampaui 30 persen dari target tahunan.
Untuk menjaga likuiditas perbankan, pemerintah memperpanjang penempatan dana sebesar Rp281 triliun hingga akhir 2026, serta menyiapkan tambahan dana siaga Rp100 triliun jika diperlukan.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, pengelolaan ekonomi tidak hanya bergantung pada kebijakan makro, tetapi juga penyelesaian persoalan sektor riil, termasuk pemenuhan kebutuhan energi bagi industri.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara kebijakan fiskal dan moneter, pemerintah optimistis stabilitas ekonomi nasional dapat terjaga sekaligus meningkatkan kepercayaan investor dan pelaku usaha di tengah dinamika global.
sumber : infopublik











































