Gubernur Ansar Paparkan Penataan Infrastruktur Kawasan Pulau Penyengat di Tiga Kementerian

0
Gubernur Ansar Ahmad didampingi sejumlah Kepala OPD Pemprov Kepri beraudiensi bersama Menteri PPN/Bappenas RI Rachmat Pambudy beserta sejumlah Deputi dan jajaran saat beraudiensi di Kantor Kementrian PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Tanjungpinang, batamtv.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus menunjukkan komitmennya dalam penataan Kawasan Pulau Penyengat sebagai Cagar Budaya Nasional. Komitmen tersebut ditunjukkan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, melalui serangkaian audiensi dengan pemerintah pusat pada 10–11 Juni 2026.

Dalam kunjungan kerja ke Jakarta, Gubernur Ansar melakukan pembahasan lanjutan terkait rencana dan progres penataan infrastruktur Pulau Penyengat di tiga kementerian. Setelah sebelumnya melakukan audiensi dan meminta dukungan terhadap rencana penataan Pulau Penyengat serta pembangunan Museum dan Monumen Bahasa di Kementerian Kebudayaan, Gubernur Ansar juga menggelar pertemuan dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas pada 10 Juni serta Kementerian Pekerjaan Umum pada 11 Juni.

Di Bappenas, Gubernur Ansar melakukan pembahasan bersama Rachmat Pambudy mengenai berbagai aspek pengembangan kawasan. Sementara itu, di Kementerian Pekerjaan Umum, pembahasan dilakukan bersama Diana Kusumastuti.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Ansar berharap adanya dukungan pemerintah pusat untuk rehabilitasi berbagai objek cagar budaya sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan sejarah dan budaya di Pulau Penyengat.

Terkait pengembangan Pulau Penyengat sebagai kawasan cagar budaya nasional, Gubernur Ansar menjelaskan bahwa saat ini tengah berlangsung proses perencanaan pembangunan museum dengan konsep museum terbuka yang mencakup seluruh wilayah Pulau Penyengat. Konsep tersebut direncanakan menjadi yang pertama di Indonesia.

“Pemprov Kepri merencanakan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah dan penguatan identitas budaya Melayu,” ujar Gubernur Ansar.

Ia juga menyampaikan bahwa peletakan batu pertama (groundbreaking) Museum dan Monumen Tugu Bahasa direncanakan berlangsung pada akhir Juli 2026.

Selain itu, pengembangan kawasan tersebut akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pihak swasta guna mendukung percepatan realisasi program.

Turut mendampingi Gubernur Ansar dalam rangkaian audiensi tersebut antara lain Kepala Dinas PUPP Kepri Rodi Yantari, Kepala Dinas Kebudayaan Herry Andrianto, Kepala Bappeda Aries Fhariandi, Kepala Dinas Perkim Said Nur Syahdu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Kepri Jumhari, serta Karo Adpim Setda Kepri Dodi Sepka Novyandi.

Penanggungjawab : oktarian

Editor : pariadi

Reporter : dwi susilo