5 Menlu Negara Arab dengan Tegas Tolak Pemindahan Paksa Warga Palestina

0
Pemandangan udara ini memperlihatkan warga Palestina yang mengungsi kembali ke kamp pengungsi Jabalia yang hancur akibat perang di Jalur Gaza utara pada tanggal 19 Januari 2025, sesaat sebelum kesepakatan gencatan senjata dalam perang antara Israel dan kelompok militan Palestina Hamas dilaksanakan. Mediator Qatar pada tanggal 19 Juni mengonfirmasi dimulainya gencatan senjata antara Israel dan Hamas dan mengatakan beberapa dari tiga sandera awal yang dibebaskan memiliki kewarganegaraan asing.(Foto : Omar Al-Qatta/AFP)

Kairo,batamtv.com, – Lima Menteri Luar Negeri dari Mesir, Yordania, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Qatar menolak pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza.

Hal itu ditegaskan selama pertemuan di Kairo pada Sabtu (1/2/2025) dalam sebuah pernyataan bersama. Pertemuan digelar usai Presiden AS Donald Trump melontarkan gagasan untuk merelokasi warga Palestina dari Jalur Gaza ke Mesir dan Yordania.

Dikutip dari kantor berita AFP, para menlu menolak segala pelanggaran hak-hak yang tidak dapat dicabut warga Palestina, baik melalui pemukiman, pengusiran, penghancuran rumah, aneksasi. Atau penggusuran tanah warga Palestina melalui pemindahan, pemindahan paksa, atau pencabutan warga Palestina dari tanah mereka.

Baik Mesir maupun Yordania, sekutu utama AS di kawasan tersebut telah berulang kali menolak usulan Trump untuk membersihkan Jalur Gaza. Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi mengatakan pada Rabu, pengusiran warga Palestina dari tanah mereka adalah ketidakadilan yang tidak dapat dilakukan Mesir.

Para menteri luar negeri menambahkan, mereka berharap untuk bekerja sama dengan pemerintahan Presiden AS Donald Trump guna mencapai perdamaian yang adil dan menyeluruh di Timur Tengah, sesuai dengan solusi dua negara. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit dan Hussein Al Sheikh selaku Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina.

Selain itu, dua hari usai Israel memutuskan semua hubungan dengan badan bantuan utama PBB untuk Palestina, UNRWA, para menteri juga menegaskan mengenai peran penting tak tergantikan dari badan tersebut. Mereka juga dengan tegas menolak segala upaya untuk mengabaikannya atau membatasi perannya sebagai badan bantuan untuk Palestina.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                   : Sofyan Atsauri

Sumber                : Kompas.com