
Batam,batamtv.com, – Warga Batam resah, sampah di depan rumah mereka menumpuk tak diangkut petugas sampah. Bahkan ada yang hampir satu bulan lamanya. Pemandangan ini banyak ditemui di sejumlah perumahan di Kota Batam.
Tumpukan sampah yang semakin membesar kini mulai menimbulkan bau tak sedap, terlebih saat musim hujan. Sampah yang semula rapi disusun oleh warga kini sebagian tergenang air hujan dan berserakan. Apalagi di Batam saat ini sedang musim hujan dan bahkan di beberapa tempat sudah mengalami kebanjiran.
Pantauan di lapangan menunjukkan permasalahan serupa juga terjadi di beberapa titik di Kota Batam. Sampah yang menumpuk di tepi jalan tak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga merusak estetika pemandangan kota.
Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kepulauan Riau, Rezka Silvawan mengatakan jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, dikhawatirkan akan menimbulkan banyak penyakit.
“Kami berharap dinas terkait segera menyelesaikan masalah pengangkutan sampah. Ini menyangkut kesehatan dan kenyamanan warga,” tegas Rezka warga Komplek Ruko Glory View II ini.
Dia berharap pemerintah kota segera turun tangan untuk menangani tumpukan sampah yang semakin mencemaskan dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait mengenai solusi atas permasalahan tersebut.
Keluhan serupa juga diungkapkan Evi, warga perumahan Anggrek Sari, Batam Centre. Ia memperhatian kejadian ini terus terjadi setiap pergantian tahun. Namun tidak ada solusi dari pemerintah mengatasi kejadian yang berulang ini.
” Kalau urusannya kontrak atau tender, kan bisa disiasati bagaimana ini tidak berhenti (pengangkutan). Karena ini gak bisa dibiarkan lama-lama,” ujarnya.
Ia mengusulkan soal pengakutan sampah ini sistem tonase saja. Artinya pemerintah hanya membayar berapa jumlah sampah yang diangkut pihak ketiga. Kemudian perusahaan atau badan yang ikut dalam pengangkutan ini tidak dibatasi. Makin banyak yang ikut makin bagus. Sehingga tidak ada istilah sampah tidak diangkut.
” Bayangkan kalau kontrak pengangkutan sampah ini baru bisa direalisasikan bulat Maret 2025. Maka jumlah sampah akan semakin menggunung. Rumah-rumah akan menghasilkan bau busuk dari sampah-sampah yang menumpuk,” ujarnya.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Reporter : Azura Aronita









































