Usai Bertemu di AS, Netanyahu Siap Laksanakan Tugas Trump di Gaza, Apa Itu?

0
Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Israel Museum, Yerusalem pada 23 Mei 2017.(Foto :AFP)

Washington DC,batamtv.com, – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengakhiri kunjungannya ke Washington, AS untuk bertemu dengan Presiden AS Donald Trump. Dalam wawancara Fox News yang ditayangkan Sabtu (8/2/2025) malam, Netanyahu menyatakan siap melaksanakan tugas atau rencana Trump di Gaza.

Netanyahu memuji rencana Trump untuk memindahkan warga Palestina keluar dari Jalur Gaza yang dilanda perang. Dia membela usulan Trump tersebut meski memicu kekhawatiran dan kecaman di seluruh Timur Tengah serta dunia, di tengah gencatan senjata Gaza.

“Saya pikir usulan Presiden Trump adalah ide segar dan berpotensi mengubah segalanya di Gaza,” kata Netanyahu, seraya menambahkan, usulan itu merupakan pendekatan yang tepat untuk masa depan wilayah Palestina.

“Yang dikatakan Trump hanyalah, ingin membuka gerbang dan memberi mereka pilihan untuk pindah sementara dan Trump membangun kembali tempat itu secara fisik,” ucap Netanyahu, dikutip dari kantor berita AFP pada Minggu (9/2/2025).

Namun, Trump tidak pernah mengatakan pasukan Amerika yang melakukan tugasnya. Tetapi Israel yang akan melakukan tugasnya. Diketahui, Israel merebut Jalur Gaza pada 1967 dan mempertahankan kehadiran militer di wilayah tersebut hingga 2005. Israel kemudian memberlakukan blokade yang melumpuhkan di wilayah yang diperintah Hamas dan mengepungnya setelah perang dimulai pada Oktober 2023.

Israel dan kelompok bersenjata di Gaza telah berperang beberapa kali dalam beberapa tahun terakhir. Tetapi yang terbaru adalah dipicu oleh serangan Hamas di Israel yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 2023. “Begitu kita tinggalkan, Gaza kembali diduduki oleh para teroris yang menggunakannya sebagai pangkalan untuk menyerang Israel,” ungkap Netanyahu.

“Saya pikir kita harus meneruskannya,” tambah dia, sambil memperingatkan, masalah sebenarnya ialah menemukan negara yang setuju untuk menerima warga Gaza yang mengungsi. PM Israel itu juga menegaskan, warga Palestina yang direlokasi harus menolak terorisme agar nantinya diizinkan kembali ke Gaza.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                   : Sofyan Atsauri

Sumber                 : Kompas.com