Solidaritas Pemuda Kepri (SAPARI) Berdiri di Momen Tahun Baru 1444 Hijriyah

0
Ketua Umum SAPARI Kepri Syaiful Bahtiar (tengah), siap akomodir keluhan warga Propinsi Kepri (Foto: Aby-batamtv.com)
BATAM, batamtv.com – Dalam rangka upaya untuk menjemput dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki pemuda di Propinsi Kepri saat ini sudah berdiri  Solidaritas Pemuda Kepri (SAPARI) .

Keberadaan SAPARI  ini akan difokuskan untuk meningkatkan peran pemuda dalam segala hal ini aspek kehidupan dan untuk menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah baik itu kota/kabupaten/provinsi maupun pusat.

Didirikannya SAPARI Kepri ini bersempena dengan  momentum tahun baru 1444 Hijriyah dan juga HUT Kemerdekaan RI ke 77. “Kita ingin dengan tahun baru hijriyah ini juga membawa dan membangkitkan semangat baru  yaitu semangat bagaimana lebih maju ke depannya,” terang Ketua Umum SAPARI Kepri , Syaiful Bahtiar berapi api.

Saat ini, SAPARI Kepri terdiri dari Dewan Pendiri yaitu  Syaiful Bahtiar, S.Ip,  Suardi, S.ST, Pi,  Rabu, S.H, M.H (Sekjend SAPARI Kepri) , Ibrahim, dan  Nurul Bahari.

Hal inilah yang disampaikan oleh Syaiful Bahtiar, S.Ip Ketua Umum SAPARI Kepri usai didirikannya lembaga tersebut Rabu (3/8/2022) di Batuaji Kota Batam.

Didampingi oleh Wakil Ketua Umum  Suardi, S.ST, Syaiful Bahtiar menjelaskan saat ini kondisi Provinsi Kepri  ini tidak berbanding ya antara luas wilayah laut dan wilayah daratan. Sehingga membutuhkan komitmen berbagai kalangan pemerintah terutama pemuda untuk bersinergi pembangunan sesuai dengan harapan masyarakat Kepri. “Kami ini berkeinginan agar pembangunan merata di berbagai pelosok,” kata dia lagi.

Syaiful menjelaskan keberadaan pembangunan saat ini masih dalam kesenjangan antara wilayah pulau-pulau terkecil terutama dengan wilayah pulau-pulau yang besar yang ada di Kepri.

“Harapan kita ini menjadi perhatian bersama tidak hanya pemerintah kota dan kabupaten namun juga Propinsi Kepulauan Riau. Karena tanpa semangat kebersamaan tanpa ada kemitraan dan jalinan kerjasama, kondisi kita hanya akan begini-begini terus ,” paparnya.

Latar Belakang SAPARI Kepri

Latar belakang berdirinya SAPARI Kepri ini adalah kondisi  keberadaan para pemuda yang ada ini belum berkesempatan untuk berekspresi .

“Saya melihat tidak semua ruang lingkup organisasi yang ada memberi kesempatan kepada  anggota-anggota (pemuda) yang memiliki potensi. Nah kedepanya mari memberikan  semangat kebersamaan langkah-langkah yang dapat menyatukan para pemuda ini,” papar Sekjend SAPARI Kepri, Rabu, S.H, M.H.

Rabu yang merupakan salah satu Dosen dari Unrika ini mengatakan melalui organisasai SAPARI Kepri akan melakukan langkah bagaimana persoalan tersebut bisa disatukan dengan semangat kebersamaan , dimusyawarahkan dengan tidak meninggalkan  teman-teman atau pemuda-pemuda yang lainnya.

“Solid kompak ini akan terwujud karena solid merupakan  modal untuk melangkah ke depannya,” kata Rabu  lagi  .

Saat ini kata Rabu, secara struktur pihaknya akan menyusun para pemangku struktural di tingkat DPP SAPARI Propinsi Kepri, DPW di tingkat kabupaten dan kota , DPC tingkat Kecamatan dan PAC di tingkat Kelurahan dan ranting .

“Ya terus rantingnya tingkat ya tingkat di bawah kelurahan. Oleh karena kita masih baru, jadi  masih membentuk struktur di tingkat provinsi. Namun  seiring waktu juga di tingkat kabupaten dan kota hingga ke bawah juga disusun,” imbuh Rabu.

Dia menambahkan pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan berbagai kelompok pemuda di Kepri yang ada di wilayah kabupaten. “Insya Allah mereka siap untuk bersama-sama membesarkan SAPARI Kepri dan  membumikan organisasai ini di tingkat Provinsi Kepri,” imbuhnya.

Pengurus SAPARI Kepri akan melakukan  penataan organisasi yang akan dimulai dengan menyelesaikan legalitas. “Bagaimana ini tetap jalan sesuai dengan proses sesuai dengan prosedur yang ada itu pertama kualitasnya harus kita cantumkan. Kedua kita melengkapi strukturnya mulai dari provinsi sampai dibawah kelurahan,” kata Rabu .

Ketiga , kata dia pihaknya akan melakukan silaturahmi dengan berbagai stakeholder yang ada baik itu pemerintah daerah ini.

Nah ini penting antara pemangku kepentingan dengan pemuda adalah sebagai tolak ukur atas maju mundurnya sebuah pembangunan.

Sehingga  pembangunan ke depan yang digagas dan dilaksanakan oleh pemerintah, benar-benar merupakan hasil daripada  daripada masyarakat atau pemuda itu sendiri.

“Sehingga sampai pembangunan tepat sasaran, jangan sampai pembangunan yang ada,  menghabiskan uang  sekian banyak, tapi tidak dirasakan oleh masyarakat, karena memang masyarakat tidak butuh. Sementara yang dibutuhkan masyarakat malah tidak dibangun. Inilah yang disebut sinergisitas,” kata dia lagi.

Kedepannya, SAPARI Kepri akan menggali dan menyerap kembali  keinginan-keinginan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat.

“Akan kita sesuaikan dengan momen yang lainnya, kita akan mengisi sesuai dengan kegiatan-kegiatan. Misalnya  pada hari nelayan, bagaimana sih ini gagasan kita tentang kemajuan nelayan dari pendidikan juga bagaimana kita berpikir tentang pendidikan khususnya di Kepri,” kata Rabu.

Rabu berharap karena SAPARI Kepri merupakan  bagian dari generasi muda maka dia mengingatkan kepada para pemimpin  atau kepala daerah. “Pemuda juga bisa meningkatkan daya saingnya sehingga sebagai generasi ini bisa menjadi ancaman jika tidak dikelola dengan baik,” tutup Rabu.

Dalam waktu dekat SAPARI Kepri akan menghimpun para pemuda pemuda untuk masuk dalam struktur SAPARI Kepri. (aby)