
TANJUNGPINANG, batamtv.com – Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Hasan, S.Sos melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang Teguh Susanto mengatakan, kondisi geologis Tanjungpinang yang sebagian wilayahnya merupakan dataran rendah, rawa bakau, dan sebagian lainnya merupakan perbukitan, menyebabkan Tanjungpinang rentan terhadap bahaya banjir.
“Kerawanan dan ancaman banjir akan semakin parah jika saluran drainase tersumbat. Melalui program dan kegiatan padat karya yang dicetuskan oleh Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, saluran drainase dibersihkan. Tujuannya, agar aliran air di saluran pembuangan tidak tersumbat dan mengurangi resiko banjir,” ucap Teguh, Senin (4/12).
Berdasarkan kegiatan di hari pertama kegiatan padat karya itu, ditemukan fakta bahwa sedimen atau endapan lumpur bercampur sampah rumah tangga di banyak saluran drainase sudah hampir sedalam saluran drainase itu sendiri. Diperlukan ketekunan dan kebersamaan anggota kelompok swadaya masyarakat (KSM) untuk membersihkan endapan tersebut.
Sebanyak 600 masyarakat yang menjadi bagian dari kegiatan padat karya, untuk membersihkan saluran drainase dan lingkungan sempadan jalan, Senin (4/12) mulai bekerja. Delapan belas titik saluran drainase, di 18 kelurahan, hari ini mulai dibersihkan.
Pada hari pertama kegiatan padat karya dimulai, endapan lumpur, kayu, batu, sampah plastik, dan sampah rumah tangga lainnya terangkat dari saluran drainase. Lumpur bercampur sampah rumah tangga tersebut, terbukti menjadi salah satu penyebab terjadinya penyumbatan saluran drainase.
Kegiatan padat karya yang digagas Penjabat Wali Kota Tanjungpinang, tidak hanya bekerja pada upaya pembersihan saluran drainase. Pogram jambanisasi juga dilaksanakan dengan melibatkan anggota Masyarakat. Jika dalam kegiatan pembersihan drainase melibatkan sebanyak 600 anggota KSM, kegiatan jambanisasi melibatkan sebanyak 160 anggota keluarga pra sejahtera. Kegiatan jambanisasi dilaksanakan di 12 kelurahan, dengan jumlah yang disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat.
Editor : Oktarian
Reporter Abdi Perdana









































