Susun RPBD 2026, Pemko Batam Dorong Sinergi Lintas Sektor untuk Perkuat Mitigasi Bencana

0
Sekda Batam, Firmansyah, memberi arahan saat membuka Sosialisasi Penyusunan RPBD di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (5/5/2026). (foto : azura aronita-batamtv.com)

Batam, batamtv.com – Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, membuka sosialisasi penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah (RPBD) di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (5/5/2026).

Dalam arahannya, Firmansyah menyampaikan bahwa Batam memiliki sejumlah potensi bencana berdasarkan Kajian Risiko Bencana 2025, antara lain banjir, cuaca ekstrem, gelombang tinggi dan abrasi, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, hingga tanah longsor.

Ia menjelaskan, posisi geografis Batam yang berada di jalur perdagangan internasional memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. Namun, kondisi tersebut juga diiringi risiko bencana yang dapat memengaruhi aktivitas masyarakat.

“Menyikapi hal tersebut, diperlukan dokumen RPBD yang komprehensif dan disusun secara terintegrasi dengan rencana pembangunan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, RPBD harus menjadi bagian dari perencanaan pembangunan yang terpadu sehingga dapat memperkuat koordinasi antarinstansi dalam penanggulangan bencana.

Firmansyah menambahkan, dokumen tersebut perlu memuat visi, misi, kebijakan, program, serta prioritas daerah dalam menghadapi bencana, sekaligus mengakomodasi masukan dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).

Ia juga menekankan pentingnya landasan hukum yang jelas agar RPBD memiliki kekuatan dalam implementasi sebagai rencana induk penanggulangan bencana lima tahunan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Bencana tidak mengenal batas wilayah maupun kewenangan. Diperlukan data yang akurat dan masukan yang substantif dari seluruh pihak,” katanya.

Selain itu, penyusunan RPBD diharapkan mampu mengakomodasi perkembangan teknologi informasi serta kearifan lokal, khususnya dalam sistem peringatan dini dan upaya mitigasi.

“Dokumen ini harus aplikatif dan dapat diimplementasikan di lapangan,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi diikuti sekitar 80 peserta dari unsur DPRD, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, jurnalis, serta lembaga kemasyarakatan. Hadir sebagai narasumber antara lain Novi Kumalasari, Sumardani Kusmajaya, serta Masudi.

Penanggungjawab : oktarian

Editor : pariadi

Reporter : azura aronita