read news – Dua Pemuda Nekat Curi Kabel Hotel di Marina

0
Dua pemuda tersangka pencurian Kabel Hotel. /aby-batamtv.com

BATAM, batamtv.com – Dua pemuda warga Kampung Dam Mukakuning, Sei Beduk nekat mempertaruhkan nyawanya hanya untuk membeli Chip Sketer (game online).

Dua pemuda itu, inisial BI (31 th) asal Kupang dan F (28 th) asal Aceh. Kedua pemuda ini masuk ke kawasan Harris Hotel Marina Sekupang Batam untuk mengumpulkan kabel beberapa waktu lalu.

Kabel yang terkumpul nantinya akan dijual tersangka. Ironisnya, saat nekat memotong kabel hotel tepatnya di Gedung HLC (Haris Lesure Club) Harris Hotel Marina yang berada di kelurahan Tanjung Riau, saat itu kondisi kabel masih aktif dialiri arus aktif.

“Memang nekat. Tak takut mati ? Itu kabel yang kalian potong masih dialiri arus aktif,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sekupang bertanya kepada tersangka di halaman Polsek, Sabtu (5/3/2022).

“Kami pilih-pilih kabel yang sudah mati pak. Itu yang kami potong dan kumpulkan,” jawab tersangka F.

Kanit Reskrim pun menyebutkan kabel yang dipotong para tersangka merupakan kabel aktif.

“Orang hotel bilang itu kabel masih dialiri arus. Tak tau kau, akibat ulahmu hotel jadi rugi besar,” ujar Kanit Reskrim Buhedi menatap kedua tersangka.

Usut demi usut, para tersangka ini melakukan aksinya lantaran terdorong keinginan untuk membeli Chip Sketer.

Awalnya dua pemuda ini menyebutkan hasil curian kabel hotel dipergunakan untuk kebutuhan hidup.

Namun setelah diinterogasi kedua tersangka akhirnya mengaku jujur bahwa uang kabel setelah dijual akan digunakan untuk membeli Chip selebihnya untuk membeli narkotika jenis sabu – sabu.

“Saya terakhir makai seminggu lalu pak,” jawab tersangka  BI

Tersangka F juga menyebutkan hal yang sama. Kedua tersangka ini mengaku jika nantinya kabel curian berhasil dijual, keduanya berencana akan membeli Chip dan Sabu.

“Buat beli itu (sabu) pak. Sisanya, kami beli cip skeater (game online),” kata kedua tersangka.

Kedua tersangka ini memang sudah lama menganggur. Keduanya merupakan pemuda perantau. Meninggalkan kampung halaman untuk mengadu nasib.

Mereka tak punya pekerjaan tetap, setiap hari jika ada kerja bangunan maka keduanya ikut. Namun kini pekerjaan sulit dicari hingga keduanya nekat mencuri. Tersangka BI dan F tinggal bersama di satu rumah kosan di kawasan kampung Dam. (aby)