read news – BMKG Tanjungpinang Keluarkan Peringatan Dini Cuaca

0
Walikota Tanjungpinang Hasan (tengah) menghadiri acara dialog dengna RRI Tanjungpinang. Dalam dialog di RRI Tanjungpinang yang menghadirkan Penjabat Wali Kota Tanjungpinang,Hasan,S.Sos. (Foto : abdi perdana - batamtv.com)
Walikota Tanjungpinang Hasan (tengah) menghadiri acara dialog dengna RRI Tanjungpinang. Dalam dialog di RRI Tanjungpinang yang menghadirkan Penjabat Wali Kota Tanjungpinang,Hasan,S.Sos. (Foto : abdi perdana - batamtv.com)

TANJUNGPINANG, batamtv.com – Walikota Tanjungpinang Hasan menghadiri acara dialog dengna RRI Tanjungpinang. Dalam dialog di RRI Tanjungpinang yang menghadirkan Penjabat Wali Kota Tanjungpinang,Hasan,S.Sos dan Prakirawan BMKG Kota Tanjungpinang, Robbi Akbar Anugrah,S.Tr pada Senin (4/12) diketahui beberapa upaya antisipatif yang diambil dalam menghadapi musim penghujan dan banjir rob.

Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam beberapa waktu terakhir ini sedang dalam status siaga untuk menghadapi musim penghujan yang rawan akan potensi bencana baik itu banjir, angin puting beliung dan tanah longsor. Beberapa upaya untuk mengantisipasi banjir telah dilakukan seperti mengaktifkan kegiatan gorong-royong hingga ke pemetaan wilayah yang berpotensi terjadi bencana.

Prakirawan BMKG, Robbi, diawal dialog menjelaskan beberapa faktor yang mendorong potensi hujan ada 3 faktor. Faktor tersebut adalah secara Global diakibatkan oleh adanya gelombang el-nino. Yang kedua adalah faktor regional yakni muncul awan-awan penghasil hujan.

Terakhir adalah faktor lokal yaitu adanya kelembapan udara, peningkatan suhu air laut dan atmosfer. “kedepan sampai januari 2024 diperkirakan akan tetap hujan dengan intensitas bervariasi dari ringan,sedang hingga berat. Potensi banjir rob sendiri akan dipengaruhi oleh pasang air laut. Hal ini harus diwaspadai jika dibarengi oleh intensitas hujan yang terus menerus”, ujar Prakirawan BMKG tersebut.

Sementara itu, Pj Wako Hasan menjelaskan bahwa saat ini pihaknya telah melakukan upaya dalam mengatasi beberapa titik banjir yang dalam beberapa waktu terakhir terjadi di wilayah Kota Tanjungpinang. Saat ini menurut Hasan, ada sekitar 16 titik banjir yang menjadi fokus utama Pemko dalam penanganannya. Banjir tersebut rawan terjadi di wilayah cekungan dan yang berada di daerah dekat bibir pantai.

Adapun upaya yang dilakukan lanjut Hasan adalah melakukan normalisasi drainase dan parit-parit yang menghambat saluran air sehingga sedimen drainase tersebut harus dinormalisasi. Hasan juga meminta kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarang yang dapat mengakibatkan saluran air menjadi terhambat.

Ediotr : Oktarian
Reporter: Abdi Perdana