
BATAM, batamtv.com – Aksi penanggulangan stunting di Kota Batam dilakukan secara bersama sama oleh para elemen tim penanggulangan stunting. Hasilnya, terjadi penurunan jumlah stunting di Batam. Penurunan ini mencapai angka 3,3 persen.
Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengatakan angka stunting di Batam pada tahun 2021 lalu pada angka 5,8 persen. “Kini angkanya turun drastis menjadi 2,5 persen pada tahun 2022,” kata Amsakar “Alhamdulilah, pertama saya ingin sampaikan terimakasih kepada tim yang sudah bekerja dengan baik sehingga dapat menekan stunting di kota yang kita cintai ini,” ucap Amsakar, Kamis (26/1/2023)..
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebutkan, penurunan angka stunting ini telah nampak pada Februari 2022 yang saat itu pada angka 3,32 persen. Atas capaian ini, Amsakar menilai elemen tim telah bekerja maksimal.
“Sekali lagi saya ingin sampaikan terimakasih banyak atas kerjasama semuanya,” kata dia.
Menurutnya, kerja menekan angka stunting belum selesai. Angka 2,5 persen tersebut seyogyanya dapat ditekan lagi hingga zero stunting.
Perihal ini, Amsakar menyakini dengan keterlibatan semua pihak dan pemangku kepentingan, Batam bebas stunting akan mudah dicapai.
Terkhusus peran TNI Polri, yang beberapa waktu lalu telah membentuk Bapak/Ibu Asuh Stunting, baik di level pusat, provinsi maupun daerah-daerah, khususnya Batam.
“Ini sangat membantu, dan akan sangat berperan signifikan dalam upaya penanganan stunting,” ujarnya.
Amsakar yang juga Ketua Tim Percepatan Penanganan Stunting Kota Batam ini, sejak awal memang memberikan perhatian ekstra untuk menyelesaikan persoalan stunting ini.
Pertimbangan paling utama yakni masa depan bangsa dan negara ke depan ditentukan dari bagaimana mempersiapkan generasi unggul sejak awal. Terlebih, menjemput bonus demografi pada tahun 2030 dan Indonesia Emas 2045.
“Sebenarnya generasi ini bisa dijaga dengan cara kita memberikan atensi atau perhatian kolektif,” imbuhnya.
Editor : Pariadi
Reporter : Abyaqsa Ramadan









































