Menkomdigi Tegaskan AI Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

0
Sumber : InfoPublik

Denpasar, batamtv.com – Menteri Komunikasi dan Digital RI (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan pengembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) harus memberikan dampak positif dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Meutya saat menghadiri XI International Scholas Chairs Congress 2026 bertema Artificial Intelligence and Human Meaning di Kura-Kura Bali, Denpasar, Jumat (4/9/2026).

“Tujuan bersama kita adalah mengembangkan Meaningful AI, yaitu AI yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Meutya.

Menurutnya, AI kini berkembang dari tahap eksperimen menuju penerapan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pendidikan, pekerjaan, kesehatan, pelayanan publik hingga pengambilan keputusan.

“Pertanyaannya bukan lagi semata-mata apa yang mampu dilakukan mesin, tetapi apakah manusia dan institusi siap mengarahkan AI menuju tujuan yang bermakna,” ujarnya.

Meutya menjelaskan Meaningful AI memiliki lima dimensi utama, yakni AI for Productivity untuk meningkatkan efektivitas kerja, AI for Public Good untuk mendukung pendidikan, kesehatan, layanan publik dan sistem pangan, serta AI for Inclusion untuk memperluas akses pengetahuan dan layanan dasar.

Selanjutnya, AI for Competitiveness diarahkan untuk memperkuat talenta, riset, inovasi dan ekosistem bisnis nasional. Sementara AI for Resilience dimanfaatkan untuk membantu masyarakat menghadapi risiko keamanan siber, bencana alam, ancaman iklim dan berbagai gangguan lainnya.

Arah pengembangan tersebut diselaraskan dengan Tiga Pilar Transformasi Digital Indonesia, yaitu Terhubung, Tumbuh dan Terjaga. Terhubung mencakup perluasan akses konektivitas, data, komputasi dan kolaborasi. Tumbuh berfokus pada pengembangan talenta, inovasi dan nilai ekonomi, sedangkan Terjaga memastikan AI dikembangkan secara etis, aman, transparan dan akuntabel.

Penerapan Meaningful AI di Indonesia, kata Meutya, telah memberikan dampak konkret. Di sektor pertanian, integrasi teknologi Internet of Things (IoT) mampu menekan penggunaan pupuk hingga lebih dari 40 persen. Sementara di sektor perikanan, digitalisasi meningkatkan hasil produksi hingga lebih dari 40 persen.

Kemkomdigi juga telah memfasilitasi 150 pelaku UMKM di Wonogiri dan Banyuwangi dalam memanfaatkan AI untuk perencanaan bisnis, pembuatan konten branding dan pemasaran digital.

Dari sisi tata kelola, pemerintah tengah menyiapkan National AI Roadmap 2026–2029 serta regulasi etika AI berbasis risiko. Kerangka tersebut menempatkan nilai kemanusiaan, keselamatan, transparansi, perlindungan data pribadi dan kekayaan intelektual sebagai prioritas.

“Pemerintah harus menyediakan arah dan perlindungan, sementara seluruh ekosistem harus memastikan AI tetap terhubung dengan nilai kemanusiaan dan kebutuhan masyarakat. Masa depan AI ditentukan oleh nilai-nilai yang kita pertahankan, pilihan yang kita buat, dan tanggung jawab yang kita emban,” tukas Meutya.

Sumber : InfoPublik