
Batam, batamtv.com – Wali Kota Batam Amsakar Achmad membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Koalisi Angkatan Muda Bersatu Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (2/9/2026).
Pertemuan berlangsung terbuka dan interaktif. Sejumlah aspirasi disampaikan mahasiswa, mulai dari revitalisasi Pasar Induk Jodoh, perizinan perusahaan yang dikaitkan dengan perkara hukum, reklamasi di kawasan Teluk Tering, hingga prioritas tenaga kerja lokal.
Amsakar menyambut baik aspirasi tersebut dan menilai mahasiswa serta pemuda memiliki peran penting sebagai kontrol sosial dalam mengawal pemerintahan dan pembangunan daerah.
“Bantu abang untuk mengimplementasikan kebijakan memajukan dan mensejahterakan warga Kota Batam,” ujar Amsakar.
Ia menegaskan pemerintah tidak menutup ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan masukan. Menurutnya, dialog diperlukan untuk menyamakan persepsi sekaligus memastikan kebijakan pemerintah berjalan sesuai ketentuan.
Revitalisasi Pasar Induk Jodoh
Terkait revitalisasi Pasar Induk Jodoh, Amsakar menjelaskan tata kelola aset dan mekanisme lelang telah dilaksanakan sesuai ketentuan. Pemko Batam juga terus berkonsultasi dengan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk memastikan proses berjalan sesuai prosedur.
“Pembukaan lelang dilakukan secara transparan sebanyak dua kali sesuai Peraturan Presiden tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Perlu dicatat juga bahwa hingga hari ini tidak ada dana APBD serupiah pun yang keluar atau kerugian negara yang ditimbulkan,” jelasnya.
Mengenai pengembang yang dikaitkan dengan perkara pidana, Amsakar menegaskan pemerintah tetap menghormati asas praduga tak bersalah. Ia juga menyebut persoalan hukum individu perlu dibedakan dengan kedudukan badan usaha sebagai entitas hukum.
Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Dalam dialog, isu ketenagakerjaan dan pengembangan sumber daya manusia lokal turut menjadi perhatian. Pemko Batam menyiapkan rencana nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perusahaan untuk memperluas kesempatan kerja bagi tenaga lokal.
“Kita akan buat MoU dengan perusahaan di Batam untuk keberpihakan pada pekerja lokal, salah satunya mengunci kuota 20 persen tenaga kerja lokal khusus kategori unskilled,” kata Amsakar.
Pemko Batam juga mengoptimalkan dana Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) sebesar Rp28 miliar untuk meningkatkan kompetensi pekerja lokal.
Program beasiswa daerah turut diarahkan agar lebih sesuai dengan kebutuhan industri melalui kerja sama pelatihan dan pengembangan kompetensi, termasuk bidang maintenance penerbangan dan industri digital bersama Politeknik Negeri Batam.
Pemko Batam juga menjajaki pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia untuk industri galangan kapal di Tanjung Uncang dan Kabil melalui kerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Pembangunan Tetap Perhatikan Lingkungan
Terkait reklamasi di kawasan Teluk Tering dan Tanjung Uma, Amsakar memastikan pembahasan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPPRL) dilakukan melalui kajian bersama tim terpadu.
Tim tersebut melibatkan BP Batam, Pemko Batam, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta pakar lingkungan dan akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB).
Menurut Amsakar, pelibatan berbagai pihak diperlukan untuk memastikan pemanfaatan ruang laut tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistem dan ruang hidup masyarakat, khususnya nelayan.
Ia juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan Batam. Pertumbuhan ekonomi tercatat meningkat dari 6,69 persen pada 2024 menjadi 6,76 persen pada 2025. Realisasi investasi mencapai Rp69,3 triliun atau 115,5 persen dari target.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam mencapai 83,8 dan angka kemiskinan turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.
Amsakar menegaskan capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk terus meningkatkan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Audiensi ditutup dengan kesepahaman untuk menjaga komunikasi antara Pemko Batam, mahasiswa, dan pemuda. Ruang dialog diharapkan terus terbuka agar kritik, aspirasi, dan gagasan masyarakat dapat menjadi bagian dari proses pembangunan Batam.
Penanggungjawab : oktarian
Editor : Ronny Alimin
Reporter : azura aronita










































