Tiga Pekan Pascagempa, 1.931 Sekolah di NTT Kembali Gelar Pembelajaran

0
Sumber : InfoPublik

Jakarta, batamtv.com – Tiga pekan setelah gempa bumi melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), layanan pendidikan bagi warga sekolah terdampak mulai pulih. Sebanyak 1.931 satuan pendidikan dengan 171.476 murid kini kembali melaksanakan pembelajaran, meski sebagian masih menggunakan ruang belajar darurat dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, pemulihan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi masing-masing satuan pendidikan.

Hingga saat ini, sebanyak 1.504 sekolah melaksanakan pembelajaran di sekolah darurat, 392 sekolah menerapkan PJJ, dan 35 sekolah telah kembali menggelar pembelajaran tatap muka.

“Penyediaan ruang belajar darurat dan seluruh bantuan yang diberikan merupakan upaya kami untuk memastikan anak-anak NTT tetap mendapatkan haknya untuk belajar di tengah situasi pascagempa,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Untuk menjaga pembelajaran tetap berjalan, Kemendikdasmen hingga 3 September 2026 telah mendistribusikan 100 tenda kelas darurat ke tujuh kabupaten terdampak, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Sikka, dan Ende.

Pemulihan juga mencakup kebutuhan murid dan keluarga terdampak. Kemendikdasmen telah menyalurkan 5.500 school kit, 500 paket sembako, 9.500 bingkisan anak, 1.500 family kit, serta 9.500 buku bacaan ke tujuh kabupaten tersebut.

Selain bantuan logistik, Kemendikdasmen mengalokasikan bantuan awal senilai Rp1,1 miliar untuk mendukung pembersihan lokasi sekolah yang mengalami kerusakan berat. Santunan senilai Rp47 juta juga diberikan kepada murid dan guru yang meninggal dunia maupun mengalami cedera akibat gempa.

Abdul Mu’ti menegaskan, pemulihan pendidikan tidak cukup hanya dengan mengembalikan aktivitas belajar. Pemerintah juga harus memastikan sekolah yang digunakan kembali aman, sehat, dan mampu memberikan layanan pembelajaran yang layak.

Karena itu, Kemendikdasmen menyiapkan pemenuhan 3.763 unit ruang kelas darurat sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran di 1.504 sekolah yang masih menggunakan fasilitas sementara.

Aspek pemulihan psikologis turut menjadi perhatian. Pendampingan psikososial akan diberikan kepada 822 sekolah untuk membantu memulihkan rasa aman dan nyaman bagi murid, guru, serta warga sekolah setelah mengalami bencana.

Sementara itu, sebanyak 2.294 unit toilet akan mendapat perbaikan darurat untuk memastikan lingkungan belajar memenuhi standar kesehatan dan kelayakan dasar.

Kemendikdasmen juga akan melakukan asesmen teknis terhadap bangunan sekolah terdampak guna memastikan sekolah yang kembali digunakan memiliki tingkat keamanan memadai dan tidak menimbulkan risiko bagi warga sekolah.

“Layanan pendidikan harus bangkit dan kembali membangun kebahagiaan dan harapan anak-anak NTT menatap masa depan yang jauh lebih baik,” kata Abdul Mu’ti.

Pemulihan pendidikan akan terus dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Selain memenuhi kebutuhan mendesak, Kemendikdasmen melakukan pendataan kebutuhan revitalisasi sekolah terdampak serta memperkuat pos-pos pendidikan di setiap kabupaten.

Dengan langkah tersebut, pemulihan pendidikan pascagempa tidak hanya diarahkan agar kegiatan belajar kembali berlangsung, tetapi juga memastikan sekolah secara bertahap menjadi ruang yang aman, sehat, dan mendukung anak-anak NTT untuk bangkit setelah bencana.

Sumber : InfoPublik