Neta Tutup Dealer Pertama di Indonesia

0
Dealer pertama Neta yang berada di Kelapa Gading, Jakarta Utara memutuskan tutup permanen. Dealer Neta di Indonesia kini sisa 13. (foto : cnnindonesia.com)

JAKARTA, – Perusahaan mobil listrik Neta Auto Indonesia telah menutup permanen satu jaringan dealer di Indonesia. Menurut Neta keputusan menghentikan operasional dealer yang berlokasi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara tersebut merupakan bentuk penyesuaian operasional.

Dealer Kelapa Gading adalah jaringan penjualan pertama Neta yang dibangun di Indonesia pada tahun 2023.

“Penyesuaian operasional pada dealer NETA NEV Kelapa Gading merupakan bagian dari keputusan strategi yang diambil berdasarkan pertimbangan bisnis yang telah dikaji secara menyeluruh,” kata Frietz F Roboth, Brand PR & Digital Manager Neta Auto Indonesia melalui pesan singkat, Jumat (25/4).

Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara kedua belah pihak, dan diambil dengan mengedepankan kepentingan pelanggan serta kesinambungan layanan purna jual ke depannya, tambahnya.

Menurut Frietz keputusan ini tidak mempengaruhi komitmen perusahaan mendukung pertumbuhan industri kendaraan elektrifikasi di Tanah Air.

“Kami tetap berkomitmen penuh untuk menghadirkan produk dan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia, serta terus memperkuat jaringan dan kehadiran kami secara nasional,” ungkap dia.

Ia menambahkan penutupan dealer tidak mempengaruhi seluruh manfaat dan hak konsumen, termasuk garansi kendaraan, layanan Emergency Road Assistance (ERA), layanan Home Service serta akses terhadap riwayat servis kendaraan.

Semua konsumen dikatakan tetap memperoleh hak dan layanan penuh di 13 jaringan Neta Indonesia yang tersisa saat ini.

“Akan tetap berlaku secara penuh tanpa perlu. Pelanggan tetap dapat melanjutkan seluruh layanan tersebut melalui dealer resmi Neta di mana pun,” kata dia.

Kabar miring tentang Neta

Neta belakangan sedang diterpa kabar tak sedap karena mengalami krisis keuangan. Bahkan Tim R&D di China disebut bubar akibat hal itu.

Selain itu Neta juga melakukan PHK terhadap karyawan hingga disebut tak mampu membayar pesangon serta sudah memangkas gaji pekerja.

Tak hanya urusan gaji karyawan, Neta juga mengalami masalah dengan pemasok komponen. Para pemasok lokal bahkan sempat menggeruduk kantor pusat Neta Auto di Shanghai untuk menuntut pembayaran.

Masalah ini telah direspons Neta Indonesia dengan menyebut kejadian sebenarnya adalah upaya perusahaan melakukan efisiensi. Mereka juga memastikan apa yang terjadi di Tiongkok tidak mempengaruhi perjalanan bisnis di Tanah Air.

Sumber : cnnindonesia.com