
Tanjungpinang, batamtv.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, meninjau Kantor Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Senin (8/6/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Mukhtarudin didampingi Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, untuk memastikan pelayanan bagi pekerja migran berjalan prima, profesional, dan humanis.
Di Kantor BP3MI Kepri yang berlokasi di Jalan Nusantara KM 13 Tanjungpinang, Mukhtarudin meninjau sejumlah fasilitas pelayanan, mulai dari loket pengaduan dan pelayanan, ruang shelter perempuan, ruang konseling, hingga ruang monitoring pelayanan dan pelindungan pekerja migran Indonesia.
Mukhtarudin juga menyapa serta memberikan arahan kepada petugas BP3MI yang bertugas di berbagai pelabuhan wilayah Kepulauan Riau melalui video conference.
Ia menegaskan, BP3MI sebagai pelaksana kebijakan pelayanan penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, dan mengedepankan sisi kemanusiaan.
“Petugas BP3MI adalah garda terdepan dalam memberikan pelayanan dan pelindungan kepada pekerja migran Indonesia. Oleh karena itu, pelayanan yang diberikan harus cepat, tepat, ramah, dan mengedepankan sisi kemanusiaan sehingga masyarakat merasa terlindungi dan terlayani dengan baik,” ujar Mukhtarudin.
Menurutnya, BP3MI memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh proses penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia berjalan sesuai ketentuan serta menjadi pusat pelayanan yang mudah diakses masyarakat.
Sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Kementerian P2MI, BP3MI diharapkan mampu memberikan kemudahan layanan, mulai dari pengurusan dokumen penempatan, pelindungan, hingga penyelesaian berbagai persoalan pekerja migran Indonesia di luar negeri secara terkoordinasi dan terintegrasi.
Mukhtarudin juga meminta BP3MI Kepri terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi vertikal, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
“Perlindungan pekerja migran tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi dan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder agar penyelenggaraan pelindungan pekerja migran Indonesia dapat berjalan optimal dan maksimal,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyambut baik kunjungan Menteri P2MI ke Kepri. Menurutnya, Kepri sebagai daerah perbatasan dan pintu gerbang internasional memiliki peran penting dalam tata kelola penempatan serta pelindungan pekerja migran Indonesia.
“Kami akan terus mendukung penguatan koordinasi dan sinergi dengan BP3MI serta seluruh pihak terkait untuk memastikan pekerja migran Indonesia asal Kepri maupun yang melintas melalui wilayah Kepri mendapatkan pelayanan dan pelindungan yang terbaik,” ujar Ansar.
Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya Kementerian P2MI dalam memastikan kualitas pelayanan dan pelindungan pekerja migran Indonesia terus meningkat, khususnya di daerah strategis yang menjadi pintu keluar masuk pekerja migran.
Penanggungjawab : oktarian
Editor : pariadi
Reporter : dwi susilo










































