
Malang, batamtv.com – Menteri Koperasi Ferry Juliantono berkomitmen mengawal perkembangan koperasi pondok pesantren (ponpes) sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan.
Hal tersebut disampaikan saat Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Menurut Ferry, pondok pesantren memiliki potensi besar karena didukung nilai historis panjang, sehingga perlu diperkuat melalui pengembangan koperasi.
“Kemandirian ekonomi di pondok pesantren begitu penting, salah satunya melalui pengembangan koperasi,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Koperasi siap membantu pembiayaan koperasi ponpes melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
Ia juga meminta setiap pondok pesantren yang telah memiliki koperasi untuk memastikan kejelasan dan detail kegiatan usaha masing-masing.
Selain itu, MPDI disebut telah membentuk koperasi sekunder yang berperan sebagai offtaker untuk menampung dan memasarkan produk dari koperasi primer di pondok pesantren.
Produk-produk tersebut bahkan berpotensi menjadi pemasok bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ferry menilai, penguatan ekosistem koperasi ponpes sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.
Sementara itu, Ketua Umum MPDI KH Ayi Abdul Rosyid menyebutkan bahwa dari sekitar 300 pondok pesantren yang berada di bawah naungan MPDI, baru sekitar 10 persen yang telah memiliki koperasi.
Ia berharap adanya dukungan pemerintah dapat memperkuat tata kelola serta mempercepat pengembangan koperasi di lingkungan pesantren.
MPDI juga mendorong pesantren untuk menghasilkan produk yang dapat dikolaborasikan dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
sumber : antaranews










































