Kemenhub Bekali 946 Calon Taruna dengan Karakter, Disiplin, dan Kepemimpinan

0
Sumber : InfoPublik

Bandung, batamtv.com – Kementerian Perhubungan membekali 946 calon taruna dan taruni dengan pendidikan karakter, kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama sebagai persiapan menjadi sumber daya manusia (SDM) transportasi yang kompeten dan berintegritas.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan Suharto menyampaikan hal tersebut saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Masa Dasar Pembentukan Karakter (Madatukar) Batch 1 Tahun 2026 di Balai Pendidikan dan Pelatihan Pembangunan Karakter Sumber Daya Manusia Transportasi (BP3KSDMT), Bandung, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Suharto, Madatukar menjadi tahap awal bagi calon taruna untuk mengenal sekaligus membangun karakter yang dibutuhkan selama mengikuti pendidikan di perguruan tinggi Kementerian Perhubungan.

“Madatukar ini menjadi langkah awal bagi para calon taruna untuk mengenal dan membangun karakter yang dibutuhkan selama menjalani pendidikan. Ikuti seluruh prosesnya dengan sungguh-sungguh, karena kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, serta pengendalian diri akan menjadi bekal penting dalam perjalanan kalian menjadi SDM transportasi,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembentukan karakter penting karena SDM transportasi pada masa mendatang tidak cukup hanya memiliki kompetensi teknis. Mereka juga dituntut mampu beradaptasi terhadap perubahan, berinovasi, serta memiliki kepedulian terhadap keselamatan dan keberlanjutan transportasi.

Suharto mendorong para calon taruna memanfaatkan seluruh rangkaian Madatukar untuk membangun kebiasaan positif dan mengembangkan kemampuan diri.

“Generasi muda transportasi memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Karena itu, kalian perlu memiliki kompetensi, karakter, adaptif, dan inovatif dalam menjawab tantangan masa depan,” katanya.

Madatukar Batch 1 Tahun 2026 diikuti 946 calon taruna dan taruni dari dua perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Perhubungan. Sebanyak 727 peserta berasal dari Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang dan 219 peserta dari Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) Tegal.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 794 peserta merupakan laki-laki dan 152 peserta perempuan. Program berlangsung selama 14 hari, mulai 5 hingga 18 Agustus 2026, dengan total pembelajaran 168 jam pelajaran yang terdiri atas 105 jam materi dan 63 jam praktik.

Direktur BP3KSDMT Eko Sudarmanto mengatakan, pembentukan karakter dalam Madatukar tidak hanya dilakukan melalui pemberian materi, tetapi juga praktik dan aktivitas yang mendorong peserta menerapkan nilai-nilai yang dipelajari.

“Peserta diarahkan untuk mengenali potensi diri, membangun kemampuan berinteraksi, memahami peran dalam kelompok, serta mengembangkan sikap yang diperlukan dalam kehidupan pendidikan,” jelas Eko.

Materi Madatukar mencakup empat kompetensi utama soft skill, yakni manajemen diri atau intrapersonal, manajemen hubungan dengan orang lain atau interpersonal, manajemen organisasional, serta manajemen spiritual.

Keempat kompetensi tersebut diberikan untuk membantu peserta mengenali kemampuan diri, membangun hubungan yang sehat dengan lingkungan, memahami tanggung jawab dalam organisasi, serta memperkuat nilai dan karakter.

Dalam pelaksanaannya, calon taruna mendapatkan pembelajaran dan praktik yang dirancang untuk melatih kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, serta kerja sama. Tenaga pengajar berasal dari berbagai unsur, antara lain TNI AD, Polisi Wanita, widyaiswara, dan tenaga pendidik bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Pelaksanaan Madatukar mengacu pada Instruksi Menteri Perhubungan Nomor IM 8 Tahun 2024 tentang Reformasi Pola Pengasuhan Peserta Didik di Lingkungan Perguruan Tinggi Kementerian Perhubungan.

Melalui program tersebut, BPSDMP berupaya memastikan calon taruna tidak hanya memiliki kesiapan akademik dan teknis, tetapi juga karakter, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, serta semangat belajar dan berinovasi.

Bekal tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi calon SDM transportasi untuk memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan dan kebutuhan transportasi Indonesia di masa mendatang.

Sumber : InfoPublik