
Jakarta,batamtv.com, – Bisnis sepeda mewah yang sempat meroket pada masa awal pandemi Covid-19 kini menurun drastis. Sepeda lipat premium seperti Brompton, serta merek high-end lainnya seperti Colnago dan Pinarello, yang dulu laris diburu pembeli, kini sulit terjual.
Di pusat perbelanjaan Senayan Trade Center (STC) di Jakarta Pusat, yang dahulu dikenal sebagai “surganya” sepeda mewah, kini tampak jauh berbeda dibanding masa jayanya.
Pantauan Kompas.com di lokasi, Sabtu (9/8/2025) siang menunjukkan, hanya tampak satu toko sepeda mewah “One Bike Shop” yang masih beroperasi di LG Floor STC Senayan.
Toko ini menjadi satu-satunya yang bertahan dari enam hingga tujuh toko sepeda yang pernah beroperasi di STC. Apa saja inspirasi Indonesia Maju?
Kini Tinggal Satu
Dari enam hingga tujuh toko yang dulu memadati pusat perbelanjaan ini, sisanya telah tutup atau pindah. Lorong yang dulu ramai oleh pengunjung yang melakukan test ride kini tampak lengang.
Suasana sepi makin terasa dengan hanya dua pegawai yang berjaga di toko yang masih bertahan itu. Sesekali dua calon pembeli datang untuk bertanya harga, sementara rak-rak display sepeda lipat Brompton tersusun rapi.
Booming di Awal Pandemi, Kini Penjualan Anjlok Salah satu pegawai toko, Olivia (26), bukan nama sebenarnya, menyebut kenaikan penjualan terjadi pada masa awal pandemi Covid-19. Saat itu, banyak masyarakat mencari kegiatan luar rumah yang aman di tengah pembatasan sosial, sehingga sepeda mewah menjadi incaran.
Pada saat itulah penjualan melonjak. Namun, mulai menurun setelah puncak pandemi terlewati. Menurut dia, meskipun stok masih datang dalam jumlah besar, barang tidak secepat dulu habis terjual. “Kalau mulai sepi sih setelah Covid. Kalau Covid malah lagi rame-ramenya, itu booming. Sekarang penjualan menurun,” ujar Olivia.
“Kalau dulu sehari bisa laku puluhan unit. Sekarang mungkin hanya 30 persen dari jumlah itu. Per minggu paling 10 unit,” tambah dia.
Tren Olahraga Berubah ke Padel
Olivia menilai, tren olahraga yang bergeser menjadi salah satu penyebab lesunya penjualan. Saat ini, banyak masyarakat yang beralih ke olahraga lain seperti padel atau lari, yang dinilai lebih praktis dilakukan di tengah kesibukan kota.
Alasan lainnya, kondisi lalu lintas Jakarta yang semakin padat, membuat sebagian orang enggan bersepeda di jalan raya.
Sementara sepeda mewah yang dibeli di masa pandemi kini lebih sering tersimpan di rumah atau hanya digunakan sesekali. Toko Sepeda Kini Jual Raket Padel Untuk mengikuti tren, One Bike Shop kini tidak hanya menjual sepeda dan perlengkapannya, tetapi juga raket padel yang kian digandrungi.
“Iya (jual raket padel), kita ikutin tren aja sih, biar terus jalan lah gitu, ramai. Ikutin tren. Kalau untuk main sepeda juga kan sekarang itu, mungkin karena kondisi jalannya juga,” ujar Olivia.
Harga raket padel yang dijual, bervariasi. Mulai dari ratusan, hingga jutaan rupiah, disesuaikan merek dan materialnya.
Selain itu, toko masih mengandalkan penjualan aksesori seperti pedal seharga Rp700 ribu hingga Rp1 juta, helm Rp800 ribuan hingga Rp1 juta, serta suku cadang sepeda. “Kalau pedal kita mulai dari 700 ribu sampai 1 jutaan. Kalau aksesori kayak helm itu dari 800an sampai 1 jutaan, spare parts lain juga sekian,” jelas Olivia.
Selain menjual perlengkapan padel, toko tetap mengandalkan layanan servis sepeda dan penjualan daring melalui online shop serta WhatsApp.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Sumber : Kompas.com









































