Kim Jong Un Siapkan “Aset Khusus” untuk Lawan AS dan Korea Selatan

0
Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un saat memantau latihan taktis Tentara Rakyat Korea di lokasi yang tak disebutkan pada 13 Mei 2025. Selasa (9/9/2025), Kim Jong Un mengawasi langsung uji coba mesin rudal balistik tahap akhir yang disebut akan menandai peningkatan signifikan kekuatan militer Korut.(Foto: AFP PHOTO)

Pyongyang,batamtv.com, – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memperingatkan bahwa negaranya telah mengerahkan “aset khusus” untuk menghadapi meningkatnya kehadiran militer Amerika Serikat (AS) di Korea Selatan.

Pernyataan itu disampaikan Kim saat membuka pameran senjata di Pyongyang, Sabtu (4/10/2025), menjelang peringatan 80 tahun Partai Buruh Korea yang berkuasa.

Menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim menuduh AS dan sekutunya menciptakan “skenario berbahaya” di kawasan, serta mengintensifkan kegiatan militer yang mengancam keamanan regional.

“Sejalan dengan peningkatan pasukan AS di Korea, kepentingan strategis kami di kawasan ini juga meningkat. Karena itu, kami telah mengalokasikan aset khusus untuk target-target utama yang menarik,” ujar Kim, dikutip KCNA.

Kim juga menegaskan bahwa Pyongyang akan terus mengembangkan langkah-langkah militer tambahan untuk menanggapi eskalasi aktivitas AS, Jepang, dan Korea Selatan. Latihan gabungan AS–Korsel AS diketahui menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korea Selatan dalam kerangka aliansi pertahanan lama antara kedua negara.

Bulan lalu, Washington bersama Seoul dan Tokyo melaksanakan latihan gabungan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Korea Utara. “Aliansi nuklir AS–Republik Korea berkembang pesat. Mereka menggelar berbagai latihan untuk menjalankan skenario berbahaya,” kata Kim, merujuk Korea Selatan dengan nama resminya, Republik Korea.

“Musuh harus khawatir terhadap arah perubahan lingkungan keamanan mereka,” tambahnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut mengenai bentuk “aset khusus” tersebut. Foto-foto yang dirilis KCNA memperlihatkan Kim Jong Un berjalan melewati rudal dan berbagai sistem persenjataan yang dipamerkan, ditemani sejumlah pejabat militer senior.

Persiapan parade militer besar

Militer Korea Selatan melaporkan adanya tanda-tanda latihan parade besar di Pyongyang menjelang peringatan 10 Oktober. Parade tersebut diperkirakan akan menampilkan sistem persenjataan terbaru, termasuk rudal balistik antarbenua Hwasong-20. Korea Utara belakangan juga memperkuat hubungan dengan Rusia dan China. Intelijen Seoul menyebut Pyongyang telah memasok artileri dan tenaga pendukung untuk membantu perang Rusia di Ukraina.

Kim bahkan menghadiri parade militer di Beijing bersama Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam peringatan berakhirnya Perang Dunia II. Sejak kegagalan perundingan denuklirisasi dengan mantan Presiden AS Donald Trump pada 2019, Pyongyang menegaskan statusnya sebagai negara nuklir permanen dan menolak menyerahkan senjata atomnya.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                   : Sofyan Atsauri

Sumber                : Kompas.com