
Washington DC,batamtv.com, – Hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata penuh antara Israel dan Iran, militer Israel melaporkan gelombang baru serangan rudal dari Iran, Selasa (25/6/2025) dini hari waktu setempat. Serangan itu menyebabkan empat warga sipil tewas di Beersheba, Israel selatan.
“Enam gelombang rudal telah diluncurkan dari Iran,” demikian pernyataan militer Israel. Lembaga layanan ambulans nasional Israel, Magen David Adom, mengonfirmasi bahwa tiga orang tewas di lokasi serangan.
Ledakan juga terdengar di wilayah Tel Aviv dan Beersheba, menurut saksi mata. Serangan ini terjadi meski Trump sebelumnya menyatakan kedua pihak telah menyepakati “gencatan senjata total dan menyeluruh.”
Trump umumkan gencatan senjata Dalam pernyataan di media sosial Truth Social, Trump menulis, “Saya ingin memberi selamat kepada kedua negara, Israel dan Iran, atas stamina, keberanian, dan kecerdasannya dalam mengakhiri apa yang harus disebut sebagai ‘Perang 12 Hari’.”
Trump menjelaskan bahwa gencatan senjata akan berlangsung secara bertahap selama 24 jam. Iran diklaim akan menghentikan serangan lebih dulu, disusul Israel 12 jam kemudian. Namun, tidak ada konfirmasi resmi dari Iran maupun Israel mengenai kesepakatan tersebut.
Iran: Belum ada kesepakatan gencatan senjata
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa Iran tidak akan menghentikan operasi militernya kecuali Israel menghentikan “agresi ilegal terhadap rakyat Iran” paling lambat pukul 4 pagi waktu Teheran. “Keputusan akhir mengenai penghentian operasi militer akan diambil kemudian,” ujarnya di media sosial X.
Sementara itu, media resmi Iran melaporkan bahwa rudal terakhir Iran telah diluncurkan sebelum gencatan senjata mulai berlaku. Ledakan besar juga dilaporkan terjadi di berbagai titik di Teheran, termasuk di bagian utara dan pusat kota. Serangan ke Pangkalan AS di Qatar Sebelum pernyataan gencatan senjata Trump, Iran juga meluncurkan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, yang merupakan fasilitas militer AS terbesar di kawasan Timur Tengah.
Trump menyebut serangan itu sebagai “respon sangat lemah” dan mengaku telah menerima pemberitahuan sebelumnya dari Teheran. “Iran meluncurkan 14 rudal ke pangkalan kami, dan kami berhasil menangkalnya dengan sangat efektif,” ujar Trump.
Pemerintah Qatar mengecam serangan itu sebagai “agresi terang-terangan” dan menyatakan berhak melakukan tindakan balasan yang sepadan.
Meski demikian, menurut otoritas setempat, pangkalan itu telah dikosongkan sebelum serangan terjadi, sehingga tidak ada korban jiwa.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Sumber : Kompas.com










































