Hadiri Agenda Gereja Toraja, Wagub Nyanyang Ajak Masyarakat Rawat Kerukunan dan Toleransi di Kepri

0
Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura berfoto bersama pengurus dan jemaat Gereja Toraja Jemaat Batam Center di Gedung Sosialisasi Tongkonan, Batam dalam acara pengucapan syukur tahunan gereja tersebut, Sabtu (8/8/2026).

Batam, batamtv.com – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, menghadiri Pengucapan Syukur Tahunan Gereja Toraja Jemaat Batam Center yang digelar di Gedung Sosialisasi Tongkonan, Batam Center, Sabtu (8/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Nyanyang menyampaikan bahwa perayaan syukur tahunan tidak hanya menjadi ungkapan rasa syukur, tetapi juga momentum untuk memperkuat kehidupan rohani sekaligus mempererat tali persaudaraan antarumat.

“Perayaan syukur ini dapat kita jadikan momentum untuk membangkitkan semangat dan kehidupan kerohanian, serta mempererat kasih persaudaraan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan keagamaan seperti ini diharapkan mampu membawa semangat baru bagi jemaat untuk terus meningkatkan keimanan serta menjadi pribadi yang lebih baik dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, semangat kebersamaan yang tercermin dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa nilai toleransi dan kerukunan umat beragama di Kepulauan Riau terus tumbuh dan terjaga dengan baik.

“Keberagaman yang kita miliki merupakan kekuatan untuk membangun daerah yang harmonis, aman, dan sejahtera,” kata Nyanyang.

Ia juga menyebut bahwa masyarakat Kepulauan Riau dikenal sebagai masyarakat majemuk dengan tingkat toleransi yang tinggi. Hal ini tercermin dari capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) yang selama empat tahun berturut-turut hingga 2025 menempatkan Kepulauan Riau dalam lima besar provinsi paling rukun di Indonesia.

Pada 2025, Indeks KUB Kepri tercatat sebesar 83,68 poin atau berada dalam kategori tinggi.

“Capaian tersebut tidak terlepas dari cara kita berkehidupan dan bermasyarakat yang baik, sehingga tercipta kehidupan yang penuh kerukunan dan keharmonisan,” tuturnya.

Nyanyang pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus membangun daerah tanpa membedakan suku, agama, ras, dan antargolongan demi kemajuan bersama. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang mencoba memecah belah persatuan dengan mengatasnamakan agama.

“Mari hidup berdampingan dengan masyarakat lainnya dan jangan mudah terprovokasi oleh pihak yang ingin memecah belah kerukunan umat,” ajaknya.

Mengakhiri sambutannya, Nyanyang menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap perayaan ini membawa sukacita serta menjadi berkat bagi seluruh jemaat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pendeta Any Marlin, perwakilan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia wilayah Kepulauan Riau, Pendeta Agrypa Sely, serta Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Riau, Dicky Wijaya.

Penanggungjawab : oktarian

Editor : pariadi

Reporter : dwi susilo