Dinkes Batam Perkuat Pemantauan, Antisipasi Penyebaran Campak

0
Pemberian vaksin kepada siswa didik oleh petugas medis di Kota Batam, Kepri. (ANTARA/Amandine Nadja). (sumber : antaranews.com)

Batam, batamtv.com – Dinas Kesehatan Kota Batam meningkatkan kewaspadaan terhadap campak dengan memperkuat pemantauan rutin guna mencegah potensi lonjakan kasus.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, menyampaikan bahwa hasil pemantauan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons menunjukkan belum terjadi peningkatan signifikan yang mengarah pada Kejadian Luar Biasa (KLB). Meski demikian, sinyal kewaspadaan terdeteksi di sejumlah wilayah.

Selama 12 minggu pertama 2026, tercatat 278 kasus campak, dengan puncak kejadian pada pekan pertama Januari sebanyak 44 kasus. Tren kasus dilaporkan menurun menjelang akhir Maret.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes memperkuat pemantauan mingguan melalui SKDR, melakukan verifikasi cepat terhadap setiap laporan kasus, serta melaksanakan penyelidikan epidemiologi dalam waktu kurang dari 24 jam terhadap kasus suspek.

Kewaspadaan juga ditingkatkan di seluruh fasilitas layanan kesehatan, termasuk puskesmas, klinik, dan rumah sakit. Selain itu, dilakukan kegiatan penjangkauan serta imunisasi kejar bagi anak yang belum melengkapi vaksinasi.

Namun, capaian imunisasi campak-rubella di Batam masih di bawah target. Cakupan imunisasi pada usia 9 bulan tercatat 16,7 persen, sementara imunisasi lanjutan mencapai 15,7 persen di 12 kecamatan.

Menurut Didi, salah satu kendala utama adalah masih adanya penolakan dari sebagian orang tua terhadap vaksinasi. Untuk itu, tenaga kesehatan bersama kader terus melakukan pendekatan guna meningkatkan cakupan imunisasi.

Dinkes mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk mewaspadai gejala seperti demam dan ruam, serta segera memeriksakan anak ke fasilitas kesehatan. Upaya pencegahan melalui imunisasi dinilai penting mengingat campak mudah menular dan berisiko menimbulkan komplikasi serius pada anak.

Sumber : antaranews.com