Jakarta, batamtv.com – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menekankan pentingnya humas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah memperkuat koordinasi dalam menghadapi dinamika ruang digital dan disrupsi informasi yang berkembang semakin cepat.
Hal tersebut disampaikan Meutya usai menghadiri Forum Koordinasi bertema “Optimalisasi Peran Humas Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah dalam Menghadapi DFK dan Disrupsi Informasi” di Graha Marinir Panti Perwira, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).
Meutya mengatakan, koordinasi antarpengelola komunikasi pemerintah telah dilakukan melalui berbagai mekanisme. Namun, perkembangan ekosistem informasi digital membutuhkan koordinasi yang lebih intensif agar pemerintah mampu merespons isu secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.
“Dari sebelum-sebelumnya yang namanya Bekohumas itu sudah ada. Tapi tentu kita perlu juga koordinasi secara cepat,” ujar Meutya.
Menurutnya, forum yang mempertemukan unsur humas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah menjadi penting untuk memperkuat sinergi komunikasi pemerintah, khususnya dalam menghadapi isu strategis di ruang digital.
Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola produksi, distribusi, dan konsumsi informasi. Kondisi tersebut memberikan peluang bagi pemerintah untuk memperluas akses informasi publik, tetapi juga menghadirkan tantangan berupa disinformasi, misinformasi, manipulasi informasi, serta Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian (DFK).
Karena itu, peran humas pemerintah dinilai tidak lagi sebatas menjalankan fungsi publikasi. Humas perlu berperan sebagai pengelola komunikasi strategis yang mampu membangun kepercayaan publik, menyampaikan kebijakan secara efektif, melakukan mitigasi isu, serta memastikan informasi yang disampaikan akurat, cepat, dan kredibel.
Forum koordinasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan informasi nasional, menyinergikan komunikasi pemerintah pusat dan daerah, serta meningkatkan kecepatan dan kredibilitas respons terhadap DFK dan eskalasi isu digital.
Selain itu, pemerintah mendorong peningkatan kapasitas humas dalam melakukan deteksi dini, analisis isu, pengelolaan opini, penyusunan narasi, klarifikasi informasi, hingga komunikasi krisis.
Koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan menghasilkan penyampaian informasi strategis yang konsisten, terpadu, dan responsif. Pemanfaatan teknologi dan data serta penguatan keamanan informasi juga menjadi bagian penting dalam menghadapi deepfake, manipulasi konten, dan berbagai ancaman informasi berbasis teknologi.
Forum yang berlangsung pada 1 September 2026 tersebut diikuti pejabat eselon I yang membidangi komunikasi serta staf humas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Kegiatan menghadirkan pembicara dari unsur pemerintah, akademisi, praktisi, masyarakat, industri, dan keamanan siber.
Meutya menilai pertemuan nasional yang digelar secara berkala dapat menjadi ruang untuk membangun komunikasi yang lebih cepat antarpengelola humas pemerintah.
“Kalau setiap tahun ada pertemuan secara nasional, nah tahun ini anugerah media humas ada, kemudian forum-forum yang bisa melakukan atau memungkinkan kita melakukan koordinasi dengan lebih cepat lagi,” pungkas Meutya.
Sumber : InfoPublik











































