BP Batam Perkuat Investasi Digital Lewat Nongsa Digital Park

0
Sumber : antarakepri

Batam, batamtv.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat realisasi investasi dan pengembangan sektor digital melalui kawasan Nongsa Digital Park sebagai pusat kegiatan teknologi dan data center di Kota Batam.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan kehadiran pusat data dan infrastruktur digital di Batam bukan sekadar tren sesaat, melainkan bagian dari transformasi ekonomi jangka panjang.

“Nongsa Digital Park menjadi indikator awal yang positif karena menunjukkan adanya minat investasi, kemitraan lintas negara, serta tumbuhnya aktivitas di bidang data center, pengembangan teknologi, dan ekonomi digital,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam.

Pada tahun 2025, realisasi investasi sektor digital di Batam tercatat mencapai Rp8,557 triliun. Sementara itu, penyerapan tenaga kerja di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa pada triwulan IV 2025 mencapai 836 orang, dengan dampak tidak langsung yang lebih luas melalui rantai pasok dan berbagai layanan pendukung.

Melalui Nongsa Digital Park, sejumlah program pengembangan talenta digital telah hadir, di antaranya Apple Developer Academy, IBM Hybrid Cloud Academy, RMIT University, serta Epic Games. Program-program tersebut diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia digital yang kompeten dan siap bersaing di tingkat global.

Selain Singapura sebagai investor dominan, sejumlah negara seperti Hong Kong, Amerika Serikat, dan Malaysia juga tercatat aktif menanamkan investasi di sektor digital Batam.

Menurut Amsakar, daya tarik Batam tidak hanya terletak pada efisiensi biaya operasional, tetapi juga pada kombinasi faktor strategis seperti kedekatan geografis dengan Singapura, konektivitas yang cepat, serta peluang pengembangan model operasi lintas batas untuk mendukung kebutuhan regional.

Di tengah meningkatnya kebutuhan energi untuk mendukung operasional pusat data, BP Batam juga mendorong pengembangan energi hijau melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai bagian dari ekosistem investasi berkelanjutan.

Tingginya realisasi investasi di sektor listrik, gas, dan air yang mencapai Rp5,80 triliun pada 2025 menunjukkan bahwa infrastruktur energi menjadi salah satu prioritas utama investor, termasuk kebutuhan akan sumber energi bersih untuk mendukung operasional data center.

“BP Batam berkomitmen memastikan pertumbuhan digital tidak datang dengan mengorbankan keberlanjutan lingkungan,” kata Amsakar.

Integrasi energi terbarukan, termasuk PLTS, menjadi bagian dari roadmap pengembangan kawasan agar Batam mampu memenuhi standar Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi salah satu syarat utama investasi global.

Amsakar juga menegaskan bahwa kehadiran Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ) tidak dipandang sebagai ancaman persaingan. Menurutnya, Batam, Johor, dan Singapura justru dapat membangun ekosistem digital regional yang saling melengkapi.

“Singapura kuat sebagai pusat kantor pusat dan layanan global, Johor menawarkan perluasan kapasitas, sementara Batam memiliki keunggulan berupa kawasan FTZ dan KEK, ekosistem industri, maritim-logistik, serta kedekatan operasional dengan Singapura,” ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga kerja, BP Batam juga telah meluncurkan platform digital MANTAB pada 8 Desember 2025. Sistem job matching tersebut dirancang untuk menghubungkan sumber daya manusia dengan kebutuhan industri secara langsung dan terintegrasi.

Sumber : antarakepri