AS Menentang Pengusiran Warga Palestina dari Rafah

0
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken saat berada di Arab Saudi, Senin (8/1/2024).(AFP/EVELYN HOCKSTEIN)

KAIRO,batamtv.com,- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menyatakan bahwa AS menentang pengusiran warga Palestina dari Rafah. Hal itu ia ungkapkan kepada rekannya dari Mesir pada Kamis (9/5/2024), dalam sambungan telepon dengan Menlu Mesir Sameh Shoukry.

Blinken menegaskan kembali posisi yang jelas Presiden Joe Biden bahwa Amerika Serikat tidak mendukung operasi militer besar-besaran di Rafah.

“AS juga menolak terhadap pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller, dikutip dari AFP pada Jumat (10/5/2024).

Blinken juga menyatakan dukungan Amerika Serikat terhadap pembukaan kembali penyeberangan Rafah dan berlanjutnya aliran bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan bagi warga Gaza.

Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hari Selasa mengumumkan bahwa Israel telah mengibarkan benderanya di penyeberangan Rafah. Israel juga merebut pos perbatasan utama ke Mesir dari Hamas, sementara Israel dengan menantang mengancam akan melakukan operasi darat ke kota Rafah yang padat penduduk.

Sejak Senin (6/5/2024), Israel telah mengeluarkan perintah evakuasi warga Palestina di bagian timur kota tersebut. Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang, sejumlah kelompok sayap kanan Israel memikirkan kemungkinan merelokasi warga Palestina keluar dari Gaza, yang dikuasai oleh Hamas.

Saran tersebut ditanggapi dengan kemarahan oleh Otoritas Palestina serta negara-negara Arab yang khawatir akan terjadi pengungsian besar-besaran seiring dengan pelarian pengungsi setelah berdirinya Israel pada 1948. Blinken dalam pembicaraannya juga menyuarakan rasa terima kasihnya atas mediasi Mesir dalam perundingan untuk mencapai gencatan senjata sementara sebagai imbalan atas pembebasan sandera.

Sebelumnya mengatakan bahwa Direktur CIA Bill Burns, yang terlibat dalam perundingan tersebut akan kembali ke AS pada Kamis. Menurut Jphn Kirby, kesenjangan antara kedua belah pihak belum terselesaikan namun perundingan masih berlangsung. Ia juga mengatakan bahwa kepergiannya bukan berarti putus asa.

Editor : Sofyan Atsauri

Sumber : Kompas.com