Investasi Melalui Paltform Opalp Exchange, Masyarakat Diingatkan Potensi Exit Scam Opalp

0
Praktisi Cyber Security asal Natuna. (Foto : istimewa)

Natuna,batamtv.com, – Kekhawatiran mulai dirasakan masyarakat menyusul keputusan platform investasi Opalp Exchange yang menghentikan seluruh proses penarikan dana milik anggotanya sejak 25 Januari 2026.

‎Alasan audit aliran dana yang diklaim akan berlangsung hingga 30 Januari mendatang justru memicu tanda tanya di kalangan investor.

Situasi tersebut mendapat perhatian dari Syahrial, Praktisi Cyber Security asal Natuna yang tergabung dalam Komunitas Siber Muda Indonesia (sibermuda.id).

‎Menurut Syahrial, dari sudut pandang keamanan siber dan sistem digital, penghentian total transaksi pengguna dengan dalih audit merupakan indikasi yang patut diwaspadai.

‎“Secara teknis dalam dunia cyber security, klaim audit sistem yang mengharuskan penghentian total transaksi pengguna adalah anomali besar. Modus ini sering kali merupakan protokol awal dari exit scam untuk memberikan waktu bagi pengelola mengamankan aset sebelum sistem dimatikan sepenuhnya,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).

‎Ia menambahkan, munculnya persyaratan tambahan bagi member, seperti kewajiban melakukan verifikasi KYC ulang hingga mencari anggota baru yang melakukan deposit agar dana bisa dicairkan, merupakan ciri khas skema investasi bermasalah.

‎“Tidak ada proses audit resmi di dunia keuangan, termasuk klaim pendaftaran ke SEC, yang meminta syarat rekrutmen member baru sebagai jaminan pencairan dana. Ini murni manipulasi sistem untuk menarik likuiditas terakhir dari masyarakat sebelum mereka menghilang,” tegasnya.

‎Dari hasil penelusuran teknis terhadap domain Opalp, Syahrial juga menemukan sejumlah kejanggalan. Identitas pemilik situs diketahui disamarkan, sementara sistem keamanan digital yang digunakan masih berada pada level rendah.

‎Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan klaim legalitas internasional yang kerap disampaikan pengelola platform.

Ia pun mengimbau masyarakat, khususnya warga Natuna, agar lebih berhati-hati dalam menyikapi tawaran investasi berbasis digital yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

“Masyarakat harus waspada. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan tinggi, apalagi jika transparansi teknis dan informasi hukumnya lemah. Sebagai langkah pencegahan, saya sarankan untuk tidak melakukan deposit tambahan dengan alasan apa pun, karena itu justru berpotensi memperbesar kerugian,” pungkas Syahrial.

Penanggungjawab : Oktarian
Editor                   : Sofyan Atsauri
Reporter                : Wan Iswandi