
Jakarta,batamtv.com, – Polda Nusa Tenggara Barat menangkap Bara Primario alias BP (33), warga Monjok Baru, Kelurahan Monjok Timur, Kota Mataram, NTB yang membunuh ibu kandungnya, Yeni Yudi Astuti. BP membunuh ibunya karena tak diberi uang untuk membayar utang.
Dilansir detikbali, Pelaku menghabisi nyawa ibu kandungnya pada Minggu (25/1) dini hari, di rumahnya. Pagi harinya, pelaku berupaya membakar jasad korban yang tengah dibawa menuju Sekotong, Lombok Barat, untuk menghilangkan jejak.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Mohammad Kholid, mengatakan motif pembunuhan hingga jasad Yeni Yudi Astuti dibakar oleh pelaku dipicu rasa sakit hati.
“Jadi, pelaku ini merasa sakit hati (terhadap korban),” kata Kholid, Selasa (27/1/2026).
Bara awalnya meminta uang sebesar Rp 39 juta kepada ibunya untuk membayar utang. Namun, permintaan itu tak dikabulkan. Penolakan tersebut membuat Bara sakit hati terhadap ibunya sendiri.
“Sehingga, (pelaku) merasa sakit hati dan terjadilah peristiwa pembunuhan tersebut,” sebutnya.
Pelaku menghabisi nyawa ibu kandungnya pada Minggu (25/1/2026) dini hari, di rumahnya. Di rumah itu, pelaku dan korban hanya tinggal berdua.
Pagi harinya, jasad korban dibawa menuju Sekotong, Lombok Barat, menggunakan mobil Innova Reborn warna putih, miliknya.
Di pertengahan jalan, Bara berhenti untuk membeli Pertalite yang digunakan untuk membakar jasad korban. Tujuannya untuk menghilangkan jejak.
Sebelumnya, warga Dusun Batu Leong, Desa Sekotong Barat, Lombok Barat, digegerkan dengan penemuan mayat manusia yang diduga dibakar, Minggu sore.
Berdasarkan video yang dilihat detikBali, mayat tersebut ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka. Api masih terlihat membara di area rerumputan di tepi jalan, tepatnya di dekat Pura Batu Leong.
Awalnya, warga mengira kobaran api tersebut berasal dari pembakaran sampah. Namun, setelah didekati, api itu ternyata membakar tubuh manusia hingga hangus.
Pelaku memilih membakar jasad korban di tempat kejadian perkara, karena saat itu kondisi lagi sepi.
“Dia melihat situasi sepi di sana, makanya dia berhenti di sana dan menurunkan di sana,” ucap dia.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Sumber : detik.com









































