
Batam,batamtv.com,- Sejumlah tokoh masyarakat Batam yang tergabung dalam organisasi Kawan Lama (KALAM) menginisiasi pembangunan Panti Jompo di kawasan Belakangpadang. Tokoh-tokoh tersebut diantaranya Rahman Usman, Joni Ahmad Telkom dan Edi Surbakti.
Panti Jompo tersebut diyakini bakal menjadi yang terbesar di Kota Batam mengingat pengelolaannya dilakukan secara professional. Adapun lahan yang akan digunakan untuk pembangunan tersebut milik anggota KALAM Rahman Usman seluas 7.000 M2 dengan status hibah.
” Lahan sudah ada milik Pak Rahman dan siap dihibahkan untuk pembangunan panti jompo ini. Tinggal kita membuat legalitas dalam bentuk Yayasan. Setelah itu baru dimulai pembangunan gedung,” kata Anggota KALAM Edi Surbakti saat bincang santai di Cafe Empang, Batam Center, Jumat (14/11/2025).
Menurut Edi, untuk pembangunan gedung beserta perabotannya diperkirakan menghabiskan anggaran kurang lebih sekitar Rp2 miliar. Itu belum termasuk gaji para perawat dan pengelola panti setiap bulannya. Untuk sumber dana, mulai dari pembangunan hingga operasional murni berasal dari swadaya masyarakat dan sumbangan para donatur.
” Saya yakin nantinya akan banyak warga Batam yang menempati panti jompo ini. Terutama mereka yang sudah berumur di atas 80 tahun dimana di fase ini seseorang sangat memerlukan perawatan. Para lansia tersebut mulai merasa kesepian. Apalagi setelah anak-anak mereka dewasa dan pasangannya meninggal dunia lebih dulu,” ujarnya.
Anggota KALAM lainnya, Joni Ahmad Telkom menambahkan, di panti Jompo ini nantinya akan dibuat berbagai kegiatan yang membuat para lansia senang dan gembira. Mereka yang ingin pengajian ada, yang ingin menyiram bunga juga diperbolehkan. Intinya tidak ada larangan terhadap apa yang mereka lakukan sepanjang itu membuat mereka Bahagia.
” Jadi kegiatan yang dibuat itu tidak monoton yang ujung-ujungnya membuat penghuni panti jompo bosan,” ujar Joni.
Joni mengatakan, seandainya dana yang diterima panti jompo melebihi dari kebutuhan tetap digunakan untuk kegiatan sosial. Karena sejak awal pendirian panti jompo ini niatnya memang bukan mencari untung tetapi lebih kepada sosial kemasyarakatan.
” Kita dari awal niatnya memang untuk ibadah makanya kita tidak membuat panti asuhan. Kalau panti asuhan kan banyak disalahgunakan. Tapi kalau panti jompo ini memang niatnya ibadah,” jelasnya.
Rahman Usman akan langsung bergerak mencari pendanaan setelah legalitas panti jompo ini selesai dibuat.Ia akan melobi perusahaan-perusahaan besar di Batam agar mau menyerahkan dana CSR-nya ke panti Jompo ini. Karena ini sifatnya kemanusian, tidak ada alasan bagi perusahaan-perusahaan itu menolak menyerahkan dana CSR-nya.
” Nanti saya akan menghadap Antoni Salim (Salim Group). Saya akan lobi dia agar mau membantu pembangunan panti jompo ini,” katanya.
Selain perusahaan-perusahaan, juga ada orang-orang kaya yang peduli. Artinya kalau masalah pendanaan tidak usah khawatir. Yang perlu dilakukan bagaimana membuat panti jompo ini maju dan berkembang.
Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Sofyan Atsauri
Reporter : Azura Aronita









































