Kondisi Kesehatan Terdakwa Memprihatinkan, Jaksa Tetap Bacakan Tuntutan

0
Kondisi Eljilul Bubi terdakwa perkara pencurian kendaraan bermotor saat menjalani perawatan di rumah sakit beberapa waktu lalu. Ia dilarikan ke rumah sakit dari rutan tempatnya ditahan karena kondisinya drop. (Foto : Muhammad Amin/batamtv.com)

Batam,batamtv.com, – Kondisi kesehatan Eljilul Bubi (29), terdakwa tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di daerah Batu Besar Nongsa memprihatinkan. Wajahnya pucat dan badannya lemas serta suaranya terdengar sangat pelan saat manjelis hakim menyidangnya.

Hakim dan jaksa tidak banyak bertanya lagi karena melihat kondisi kesehatannya mulai rapuh. Setelah jaksa menghadirkan saksi Rizky pemilik motor dan saksi lainnya serta dimintai keterangannya. Tidak berapa lama jaksa Zulna langsung membacakan tuntutan terhadap terdakwa Eljilul Bubi.

Terdakwa Eljilul Bubi terbukti bersalah dan mengambil barang orang lain yang bukan miliknya tanpa ada izin. Akibat perbuatannya maka terdakwa diganjar dengan hukuman pidana selama 1 tahun penjara.

Usai jaksa membacakan tuntutanya, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk melakukan pembelaan secara lisan.

“Saya mengaku bersalah dan tidak mengulangi lagi serta sangat menyesal,” ujar terdakwa Eljilul Bubi dengan suara merintih seperti ada sesuatu hal yang kurang sehat dalam tubuhnya, Selasa (23/7/2024).

Ternyata benar, usai persidangan abang kandung terdakwa Eljilul Bubi hadir dalam persidangan dan menceritakan kondisi kesehatan adiknya.

Diterangkannya, Eljilul Bubi ini baru sembuh dari sakitnya dan dia dilarikan dari Rutan ke Rumah Sakit karena kondisi kesehatannya drop. Selama 4 hari dirawat di RS dengan tangan diinfus dan selang oksigen di hidung.

“Saya kira dia meninggal karena saat dirawat itu wajahnya sudah pucat,” ujar abang Eljilul Bubi.

Kemudian, dia juga menceritakan bahwa sejak dua tahun sebelum kejadian ini, adiknya sudah tidak tidur di rumah lagi. Dia tidurnya dibawa pohon dan di teras milik rumah orang, bahkan warga sekitar sudah tahu kondisi Eljilul Bubi seperti apa.

“Adik saya ini sudah tidak waras lagi dua tahun belakangan ini, dia tidur di bawah pohon dan teras rumah orang lain. Saat dilakukan mediasi buat damai tidak ada titik temu karena kami harus mencabut perkara dan disuruh membayar Rp5 juta kepada pemilik motor. Kami tak punya uang sesuai permintaan mereka,” tuturnya sambil sedikit meneteskan air mata.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                   : Sofyan Atsauri

Reporter               : Muhammad Amin