
BATAM, batamtv.com – Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, resmi membuka kegiatan Indonesia Development Forum (IDF) Tahun 2023 dentgan tema Advancing Blue Economy Innovation and Collaboration” sukses digelar Senin (18/12) di Batam .
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, sebagai provinsi kepulauan, Provinsi Kepri sangat tepat dijadikan pusat pelaksanaan IDF Tahun 2023. Apalagi Kepri memang memiliki potensi teritorial kelautan yang terbentang sangat luas.
“Bahkan, luas wilayah laut kita yang hampir 96 persen dengan luas daratan plus minus yang hanya kurang lebih 4 persen. Karenanya potensi maritim dan keluatan yang sangat luas ini, harus bisa memberikan nilai tambah, sekaligus menjadi lokomotif utama perekonomian ke depannya” ujar Ansar.
Kepri sendiri sambung Ansar, terus berupaya memanfaatkan potensi kelautan dan kemaritiman yang sangat besar. Di mana tidak lagi hanya terbatas pada pemanfaatan laut dari sisi pemanfaatan sumber daya ikannya semata, tapi Kepri terus bertranformasi meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis kelauatan.
“Di antaranya, pengembangan potensi pariwisata, termasuk di dalamnya ada kawasan ekonomi khusus pariwisata dan halal wisata di Pulau Penyengat Tanjungpinang. Juga ada industri berbasis maritim yang saat ini jumlahnya telah mencapai 256 industri dan tersebar di tujuh kabupaten/kota di Kepri” kata Ansar.
Pemerintah Provinsi Kepri tambah Ansar, juga senantiasa berkolaborasi bersama pemerintah pusat, dan pemerintah kabupaten/kota dalam pengembangan potensi kemaritiman, khususnya dalam pemenuhan konektivitas antar wilayah seperti, pembangunan bandara, pembangunan pelabuhan, dan juga pembangunan jembatan Batam-Bintan.
“Termasuk di dalamnya, pembangunan highway integrated Batam-Bintan-Tanjungpinang, yang menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Pulau Batam dan Pulau Bintan, ” tegasnya.
Menurutnya, hasil dari pelaksanaan IDF Tahun 2023 ini, akan mampu mendorong transformasi ekonomi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Yang juga akan membantu mewujudkan narasi visi pembangunan jangka panjang daerah tahun 2025-2045. Yakni Kepulauan Riau yang Maju, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan Berbasis Maritim dan Budaya Melayu” pungkasnya.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Keluatan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono berkesempatan menyampaikan sambutannya secara daring dari Jakarta. Juga ada Kuliah Umum tentang Technology and Innovation for Blue Economy Tranformation oleh Prof. Jae Hoon Lay da. Juga Diskusi Panel Tingkat Tinggi Blue Econommy Development dengan salah satu narasumber Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro.
Editor : Oktarian
Reporter : Muhammad Amin









































