read news – Gas Elpiji 3 Kilogram di Karimun Mendadak Langka

0
Ketua LPKSM Kepri 1 Jantro Butar Butar mengatakan, sekarang ini masyarakat di Karimun memang sangat susah mendapatkan Gas Elpiji 3 Kg dan pemerintah harus secepat mungkin membentuk pengawasan kalau dapat perkelurahan. (Foto : abyaqsa ramadan - batamtv.com)
Ketua LPKSM Kepri 1 Jantro Butar Butar mengatakan, sekarang ini masyarakat di Karimun memang sangat susah mendapatkan Gas Elpiji 3 Kg dan pemerintah harus secepat mungkin membentuk pengawasan kalau dapat perkelurahan. (Foto : abyaqsa ramadan - batamtv.com)

KARIMUN, batamtv.com –  Keberadaan gas elpiji 3 Kg subsidi dari pemerintah tersebut di Karimun diakui warga saat ini sedang dalam kondisi membungungkan  Baik di pangkalan maupun di Warung Eceran.

SWarga menyebut  Gas Elpiji 3 Kg sekarang sangat susah didapatkan  baik di pangkalan maupun diwarung eceran, semuanya habis Gasnya.

Masyarakat Kabupaten Karimun yang mengeluhkan kelangkahan dan kesulitan dalam membeli tabung Gas 3 Kg di sejumlah Pangkalan dan Warung Eceran, disampaikan pada Kamis (17/08/2023).

Ketua LPKSM Kepri 1 Jantro Butar Butar mengatakan, sekarang ini masyarakat memang sangat susah mendapatkan Gas Elpiji 3 Kg dan pemerintah harus secepat mungkin membentuk pengawasan kalau dapat perkelurahan.

“Sehingga nantinya bisa menimalisir ke langkaan Gas 3 Kg, dan pemerintah pun harus ada penambahan Kouta Gas 3 Kg, karena pelaku usaha UMKM makin bertambah di Kabupaten Karimun ini,” katanya.

Kabid ESDM Disperindag Kabupaten Karimun Poerba menjelaskan, kekosongan terjadi dikarenakan,  isi ulang tabung di Tanjung Uban, jadi butuh waktu 3 sampai 4 hari untuk isi ulang, belum lagi jika cuaca kurang baik atau terjadi kerusakan kapal, inilah yang menjadi kendala selama ini.

“SPBE yang di Sememal sudah siap dioperasikan, namun terkendala tidak ada daya listrik yang mencukupi, PT PLN tidak bisa mendistribusikan daya liatriknya ke PT Palu Gada (SPBE), karena posisi SPBE ini masuk zona wilayah, ijin usaha keliatrikan milik PT Soma Daya Utama, sampai saat ini PT Soma Daya Utama belum mampu mendistribusikan daya liatrik, entah kapan bisa diatribusikan liatrik kita engak tau hanya Tuhan yang tau akan hal itu,” jelasnya.

 

Poerba melanjutkan, pembangkit PT Soma Daya Utama dari Propinsi, ijin wilayah usaha keliatrikannya dari kementerian, dikarenakan tidak beroperasinya PT Soma Daya Utama ini maka semua dirugikan.

“Seandainya SPBE beroperasi maka tidak akan terkadi kekosongan dan harga gas Elpiji 3 Kg tidak mahal lagi di karimun seperti sekarang ini. Itulah permasalahnnya,” ujarnya.

 

Poerba mengungkapkan, jumlah Pangkalang di pulau karimun 410 pangkalan, pangkalang yang masih ada stok saat ini 151 pangkalan, stok di gudang agen masih ada, besok distribusi lagi ke pangkalan, dan akan ada lg besok yg akan bongkar di karimun.

Editor : Oktarian
Reporter : Abdi Perdana