
BATAM, batamtv.com – Belakang hari terungkap kondisi warga Batam yang tidak bisa menggunakan aiar bersih lantaran distribusi air bersih ke perumahan terganggu, memanfaatkan air kubangan .
BACA : read news – Warga Berbondong-bondong Tampung dan Konsumsi Air Hujan dari Kubangan
Air kubangan yang digunakan diambil warga dari bekas galian tambang dan air hujan. Kondisi ini terlihat beberapa waktu lalu. Dari sisi kesehatan , hal ini rentan akan potensi bahaya lain.
Kepala Dinas Kesehatan kota Batam, Didi Kusmarjadi menyebut, dari sisi kesehatan ada beberapa kriteria air yang dapat dikatakan baik yakni harus memenuhi kriteria fisik dan biologi.
Kriteria fisik yang dimaksud Didi adalah jernih, tidak berbau, tidak berasa dan bening. Sementara kriteria biologi adalah tidak mengandung bahan kimia berbahaya atau kuman.
“Air galian tambang yang digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan Mandi Cuci Kasus (MCK) masuk dalam keretria fisik dan boleh digunakan. Namun tidak disarankan untuk dikonsumsi,” kata Didi, Selasa 24 Januari 2023 .
Didi menjelaskan, jika jernih tidak berbau dan tidak berasa itu untuk dipakai mandi atau mencuci itu masih bisa. Tapi untuk di konsumsi itu harus memenuhi syarat berikutnya.
Begitu pula dengan air hujan yang saat ini digunakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Nampungnya di bawah atap kita tidak tahu ada bahan kimia apa di dalamnya. Kalau untuk mandi nyuci bisa,” kata dia.
Permasalahan air di Kota Batam saat ini menjadi atensi berbagai kalangan. Untuk antisipasi penyebaran penyakit, Dinkes Batam akan turun langsung melakukan pengecekan air yang digunakan warga dengan cara melakukan uji sampel air.
“Nanti kami akan periksa. Saya sudah perintahkan pukesmas wilayah kerja kalau ada warga ambil air di kubangan itu nanti kita cek melalui Bapelkes. Kalau seandainya layak di konsumsi ya tidak masalah,” kata dia.
Editor : Pariadi
Reporter : Muhammad Amin









































