
Keberadaan SAPARI ini akan difokuskan untuk meningkatkan peran pemuda dalam segala hal ini aspek kehidupan dan untuk menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah baik itu kota/kabupaten/provinsi maupun pusat.
Saat ini, SAPARI Kepri terdiri dari Dewan Pendiri yaitu Syaiful Bahtiar, S.Ip, Suardi, S.ST, Pi, Rabu, S.H, M.H (Sekjend SAPARI Kepri) , Ibrahim, dan Nurul Bahari.
Didampingi oleh Wakil Ketua Umum Suardi, S.ST, Syaiful Bahtiar menjelaskan saat ini kondisi Provinsi Kepri ini tidak berbanding ya antara luas wilayah laut dan wilayah daratan. Sehingga membutuhkan komitmen berbagai kalangan pemerintah terutama pemuda untuk bersinergi pembangunan sesuai dengan harapan masyarakat Kepri. “Kami ini berkeinginan agar pembangunan merata di berbagai pelosok,” kata dia lagi.
“Harapan kita ini menjadi perhatian bersama tidak hanya pemerintah kota dan kabupaten namun juga Propinsi Kepulauan Riau. Karena tanpa semangat kebersamaan tanpa ada kemitraan dan jalinan kerjasama, kondisi kita hanya akan begini-begini terus ,” paparnya.
Latar Belakang SAPARI Kepri
Latar belakang berdirinya SAPARI Kepri ini adalah kondisi keberadaan para pemuda yang ada ini belum berkesempatan untuk berekspresi .
Rabu yang merupakan salah satu Dosen dari Unrika ini mengatakan melalui organisasai SAPARI Kepri akan melakukan langkah bagaimana persoalan tersebut bisa disatukan dengan semangat kebersamaan , dimusyawarahkan dengan tidak meninggalkan teman-teman atau pemuda-pemuda yang lainnya.
Saat ini kata Rabu, secara struktur pihaknya akan menyusun para pemangku struktural di tingkat DPP SAPARI Propinsi Kepri, DPW di tingkat kabupaten dan kota , DPC tingkat Kecamatan dan PAC di tingkat Kelurahan dan ranting .
Dia menambahkan pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan berbagai kelompok pemuda di Kepri yang ada di wilayah kabupaten. “Insya Allah mereka siap untuk bersama-sama membesarkan SAPARI Kepri dan membumikan organisasai ini di tingkat Provinsi Kepri,” imbuhnya.
Ketiga , kata dia pihaknya akan melakukan silaturahmi dengan berbagai stakeholder yang ada baik itu pemerintah daerah ini.
Nah ini penting antara pemangku kepentingan dengan pemuda adalah sebagai tolak ukur atas maju mundurnya sebuah pembangunan.
“Sehingga sampai pembangunan tepat sasaran, jangan sampai pembangunan yang ada, menghabiskan uang sekian banyak, tapi tidak dirasakan oleh masyarakat, karena memang masyarakat tidak butuh. Sementara yang dibutuhkan masyarakat malah tidak dibangun. Inilah yang disebut sinergisitas,” kata dia lagi.
“Akan kita sesuaikan dengan momen yang lainnya, kita akan mengisi sesuai dengan kegiatan-kegiatan. Misalnya pada hari nelayan, bagaimana sih ini gagasan kita tentang kemajuan nelayan dari pendidikan juga bagaimana kita berpikir tentang pendidikan khususnya di Kepri,” kata Rabu.
Dalam waktu dekat SAPARI Kepri akan menghimpun para pemuda pemuda untuk masuk dalam struktur SAPARI Kepri. (aby)









































