
Batam, batamtv.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau menyerahkan karikatur kepada Kombes Pol Eddwi Kurniyanto sebagai kenang-kenangan menjelang berakhirnya masa tugasnya di Polda Kepri.
Karikatur tersebut diserahkan Ketua PWI Provinsi Kepri Saibansah Dardani bersama sejumlah pengurus PWI Kepri di hadapan personel Bidpropam Polda Kepri di pelataran GOR 93 Milang, Batam, Rabu (9/9/2026).
Penyerahan berlangsung saat Eddwi bersama jajaran Bidpropam mengikuti sesi foto bersama. GOR 93 Milang juga merupakan salah satu fasilitas yang dibangun selama Eddwi bertugas di Polda Kepri.
Saibansah mengatakan karikatur tersebut dibuat berdasarkan sejumlah foto Eddwi yang dinilai menggambarkan sisi humanis dan kedekatannya dengan masyarakat.
“Kami membuat karikatur ini dari salah satu foto yang kami nilai sangat menggambarkan kedekatan dan sisi humanis seorang perwira menengah Polri yang cukup dikenal masyarakat Kepri,” kata Saibansah.
Foto tersebut memperlihatkan Eddwi berbincang dengan seorang pedagang asongan di salah satu persimpangan di Kota Batam. Menurut Saibansah, momen tersebut menunjukkan bagaimana seorang pejabat kepolisian berinteraksi langsung dengan masyarakat tanpa membatasi diri berdasarkan status maupun latar belakang.
“Ini sederhana, tetapi terlihat bagaimana sosok Kombes Eddwi mau turun langsung ke tengah masyarakat dan memperlakukan masyarakat secara humanis,” ujarnya.
Eddwi mengungkapkan foto yang menjadi inspirasi karikatur itu diambil beberapa waktu lalu di kawasan Batam Center. Saat itu, ia bersama sejumlah personel Bidpropam sedang menjalankan kegiatan.
Dalam perjalanan, Eddwi melihat sejumlah pedagang asongan. Ia kemudian meminta sopir menghentikan kendaraan dan mengajak beberapa pedagang berbincang, termasuk seorang perempuan yang kemudian menjadi sosok dalam karikatur tersebut.
“Waktu itu saya melihat ada pedagang asongan. Saya langsung suruh sopir berhenti, kemudian saya panggil beberapa pedagang dan mengajak mereka ngobrol,” kata Eddwi.
Menurut Eddwi, percakapan tersebut tidak sekadar basa-basi. Ia juga meminta pandangan para pedagang mengenai kondisi kepolisian, khususnya Polda Kepri.
Dalam kesempatan itu, Eddwi membeli seluruh dagangan mereka dan meminta para pedagang perempuan tersebut beristirahat di rumah.
“Waktu itu saya beli, saya borong semua dagangannya. Saya suruh pulang dan istirahat saja ibu-ibunya itu,” ujarnya.
Penyerahan karikatur tersebut sekaligus menjadi simbol hubungan antara Eddwi dan insan pers di Kepulauan Riau selama dirinya bertugas di Polda Kepri.
Usai penyerahan, pengurus PWI Kepri berbincang bersama Eddwi di ruang kerjanya sembari menikmati kopi sanger, istilah yang kerap dimaknai sebagai “saling ngerti”.
Tradisi minum kopi tersebut menjadi salah satu cara Eddwi membangun komunikasi dan menjaga silaturahmi dengan para mitra kerjanya selama bertugas.
Bagi PWI Kepri, karikatur tersebut bukan sekadar buah tangan, tetapi menjadi pengingat atas sosok Eddwi yang dinilai mengedepankan komunikasi, keterbukaan, dan pendekatan humanis dalam berinteraksi dengan masyarakat maupun mitra kerja.
Momen tersebut sekaligus menjadi bagian dari catatan hubungan antara Polda Kepri dan insan pers menjelang berakhirnya masa tugas Eddwi di Kepulauan Riau.
Penanggungjawab : oktarian
Editor : Ronny Alimin
Reporter : azura aronita










































