Menkomdigi: Transformasi Digital Harus Perkuat Bahasa Lokal dan Pengetahuan Adat

0
Sumber : infopublik

Jakarta, batamtv.com – Pemerintah Indonesia menegaskan transformasi digital tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga harus mampu memperkuat kebudayaan, termasuk bahasa daerah dan pengetahuan masyarakat adat.

Hal tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, dalam WSIS Forum 2026 Ministerial Roundtable, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, teknologi digital harus menjadi ruang inklusif bagi komunitas lokal untuk berkembang seiring dengan kemajuan teknologi.

“Teknologi digital harus menjadi jembatan antara inovasi dan kebudayaan. Bahasa lokal, pengetahuan adat, dan komunitas lokal harus menjadi bagian dari masa depan digital,” ujarnya.

Meutya menekankan, keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi digital, tetapi juga dari kemampuannya menjaga keberagaman budaya serta menghadirkan manfaat yang merata bagi seluruh masyarakat.

Dalam forum tersebut, Indonesia juga mendorong penguatan kolaborasi internasional untuk mempercepat pemerataan transformasi digital, khususnya bagi negara berkembang.

Upaya tersebut mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, transfer teknologi, pendanaan berkelanjutan, serta keterlibatan dalam tata kelola digital global.

Pemerintah Indonesia, lanjut Meutya, terus memperkuat fondasi transformasi digital melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan kecakapan digital, penguatan tata kelola data, serta keamanan siber.

Selain itu, pengembangan infrastruktur digital publik dan pemanfaatan teknologi baru juga terus didorong guna meningkatkan kualitas layanan publik.

Beberapa langkah konkret yang telah dilakukan di antaranya pengoperasian Satelit SATRIA-1, optimalisasi jaringan Palapa Ring, serta perluasan layanan 5G untuk memperkuat konektivitas nasional.

“Transformasi digital harus mampu menciptakan produktivitas, membuka peluang ekonomi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.

Indonesia juga mencatat pertumbuhan ekonomi digital yang signifikan dan menargetkan peningkatan nilai ekonomi digital pada tahun 2030.

Di sisi lain, pemerintah memastikan ruang digital tetap aman melalui regulasi perlindungan anak dalam penyelenggaraan sistem elektronik.

Selain itu, pengembangan kecerdasan artifisial juga diarahkan agar berpusat pada manusia, dijalankan secara etis, transparan, serta menghormati privasi dan keberagaman budaya.

Sumber : infopublik