Jakarta, batamtv.com – Pemerintah Indonesia memperkuat ketahanan dan kemandirian ekosistem obat, vaksin, dan diagnostik, baik di tingkat nasional maupun kawasan Asia Tenggara, sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi pandemi di masa mendatang.
Upaya tersebut dibahas dalam forum tingkat tinggi Building Regional and Global Health Resilience in ASEAN: Vaccine Manufacturing and Pandemic Preparedness and Response yang digelar di Jakarta.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk besar membutuhkan ekosistem kesehatan yang kuat agar tetap tangguh dalam menghadapi situasi darurat seperti pandemi.
“Teknologi ini tidak harus dimonopoli, terutama di bidang kesehatan. Justru harus dibagi karena setiap negara ingin melindungi warganya saat kondisi krisis,” ujarnya.
Ia menambahkan, ketahanan kesehatan di Indonesia juga perlu diperkuat di tingkat kawasan agar negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand memiliki kapasitas serupa dalam menghadapi krisis kesehatan.
Menurut Budi, penguatan ekosistem kesehatan juga berkaitan dengan upaya hilirisasi sektor kesehatan agar belanja kesehatan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia menyoroti masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor berbagai produk kesehatan, mulai dari bahan baku obat hingga produk turunan darah seperti plasma dan imunoglobulin.
“Sebagian besar masih impor, sehingga nilai ekonomi tidak sepenuhnya dinikmati di dalam negeri,” katanya.
Budi menyebutkan pemerintah tengah mendorong pembangunan fasilitas produksi dalam negeri, termasuk pabrik plasma yang ditargetkan dapat beroperasi pada 2027 dengan kapasitas hingga 600 ribu liter per tahun.
Ia berharap penguatan industri kesehatan dalam negeri dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sesuai target pemerintah.
Sementara itu, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa penguatan sektor kesehatan akan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Penguatan sektor ini akan memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi yang dirasakan langsung oleh publik,” ujarnya.
sumber : antaranews











































