Tibelat Farm Siap Suplai Benih Ikan untuk Kepri

0
Pemilik Tibelat Farm saat berbincang santai dengan pengurus PWI Kepri di Tibelat Farm Tanjungriau, kemarin. (Foto : Azura Aronita/batamtv.com)

Batam,batamtv.com, Tibelat Farm siap menyuplai benih ikan untuk dibudidayakan di wilayah Kepulau Riau. Bahkan, pihak Tibelat Farm siap memngedukasi mereka yang ingin membudidayakan ikan air tawar. Ikan-ikan yang sudah dibudidayakan dan menjadi besar siap dibeli dengan harga pantas.

” Saat ini kita sudah mensuplai benih ikan untuk kabupaten Lingga dan Tanjungpinang. Kita berharap tidak hanya di Lingga dan Tanjungpinang, tetapi untuk semua kabupaten dan kota di Kepri,” ujar pemilik dan penanggungjawab Tibelat Farm, Ray Shandy Stefan, saat berbincang dengan pengurus PWI Kepri di Tibelat Farm, Tanjungriau, kemarin.

Tibelat Farm merupakan tempat membudidayakan ikan air tawar yang sudah mendapat akreditasi dari lembaga yang resmi. Luas Tibelat Farm kurang lebih 1,5 hektar dan terbentang sejumlah kolam yang berisi ikan air tawar. Diantaranya ada ikan Emas, Nila, Lele dan lain-lain. Lokasi ini disulap seperti tempat wisata alam yang asri. Di tepi kolam ada bungalow yang bisa digunakan untuk beristirahat dan juga ada tanaman cabe yang siap panen.

Lokasi ini terbuka umum dan setiap pengunjungi dikenai tiket masuk Rp10.000 untuk orang dewasa dan Rp5000 untuk anak-anak. Pengunjung bebas memancing ikan di kolam Tibelat Farm. Setiap ikan yang didapat akan ditimbang lalu dibayar per kilonya dengan harga terjangkau. Ikan-ikan hasil pancingan bisa dibawa pulang atau dimasak di lokasi. Karena Tibelat Farm menyediakan tungku pemanggang.

Kang Ray, begitu ia biasa disapa, mengatakan kalau Tibelat sudah berdiri sejak tahun 2003 lalu. Izin untuk mengelola lahan tersebut ia peroleh dari BP Batam yang saat itu masih bernama Otorita Batam. Dengan ilmu dan pengalaman yang dimiliki, Ray mampu membawa Tibelat Farm menjadi tempat wisata dan edukasi budidaya air tawar yang banyak dikunjungi masyarakat.

” Sebenarnya kita tidak perlu mengimpor lagi ikan air tawar dari luar kalau dari dalam negeri sendiri mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Tapi karena ada pemain besar yang melakukan itu dan didukung pemerintah maka impor pun tak bisa dihindari,” paparnya.

Ray siap memberikan edukasi ke siapa saja yang ingin membudidayakan ikan air tawar tanpa dipungut bayaran. Bahkan ia siap memberikan diskon 50 persen setiap benih ikan yang dibeli di tempatnya. Begitu juga setelah benih ikan tersebut panen, ia siap menerima dengan harga pasaran.

” Saya ingin Tibelat Farm bermanfaat bagi masyarakat. Terutama mereka yang ingin belajar membudidayakan ikan air tawar. Apalagi kebutuhan ikan air tawar untuk Batam masih terbilang tinggi,” kata Ray yang juga pengurus HKTI ini.

Ia berharap pesatnya pembangunan Batam tidak membuat Tibelat Farm tergusur. Ini karena manfaat dan dampak yang diperoleh masyarakat darii Tibelat Farm sangat luar bisa. Tidak hanya dalam bentuk edukasi gratis tetapi panen ikan yang memadai.

” Banyak yang dating ke sini untuk belajar budidayakan ikan air tawar. Ada mahasiswa, pensiunan, dan bahkan ada juga dari luar Batam,” katanya.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                   : Sofyan Atsauri

Reporter                 : Azura Aronita