
BINTAN, batamtv.com – Pembudidayaan mangrove di hutan kawasan wisata atau hutan di sepanjang pesisir di Pulau Bintan menjad salah satu agenda utama dalam kegiatan dosen UMRAH yang tengah turun lapangan sebagai upaya pengabdian ke masyarakat.
Dosen-dosen tersebut melaksanakan kegiatan yang mengarah ke wisata edukasi dan konservasi di masa pandemi Covid 19, pada mitra Kelompok Sadar Wisata Kelompok Mangrove Bintan Lestari (MBL) di Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan.
Setidaknya tiga dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang turun lapangan dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat terkait pengembangan kegiatan budidaya mangrove di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.
Mereka adalah adalah Henky Irawan selaku Ketua Tim, serta Tengku Said Razai dan Lia Nuraini sebagai anggota.
“Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (DRTPM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, melalui skema hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2022,” kata Henky Irawan, Selasa (29/11/2022).
Henky menyebut pengembangan yang dilakukan oleh mereka yang saat ini sebagaia pengajar universitas negeri di Kota Tanjungpinang itu, tak lain dengan melakukan hilirisasi bibot hasil budidaya dari Kelompok Sadar Wisata Kelompok MBL Conservation, yang dikemas dalam paket wisata edukasi dan konservasi.
Sejak bulan Juni-November 2022, kegiatan tersebut telah digelar selama 8 kali. “Kegiatan wisata secara offline atau langsung maupun online dapat membuat bibit mangrove hasil budidaya ini dibeli dan dipergunakan dalam kegiatan edukasi serta konservasi,” tambah Henky.
Dalam kegiatan para tamu yang hadir dapat langsung melakukan penanaman di lokasi yang telah ditentukan.
Sementara para tamu yang belum bisa datang ke Bintan karena pembatasan, tetap bisa berinteraksi melalui aplikasi zoom.
“Sehingga dengan model kegiatan seperti ini keberlangsungan budidaya mangrove dapat terus berjalan dan mendapatkan nilai ekonominya walaupun di masa Pandemi Covid 19,” ujar Henky Irawan.
Editor : Pariadi
Reporter : Dwi Susilo









































