read news – Antisipasi Melonjaknya Harga Cabai, Pemerintah Beri Subsidi Transportasi

0
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut  kebutuhan pokok prioritas  seperti cabe  sejauh ini relatif aman. Apalagi TPID terus mengawasi ketersediaan dan pengendaliannya di pasar. (Fot : dwi susilo - batamtv.com)
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut  kebutuhan pokok prioritas  seperti cabe  sejauh ini relatif aman. Apalagi TPID terus mengawasi ketersediaan dan pengendaliannya di pasar. (Fot : dwi susilo - batamtv.com)

TANJUNGPINANG, batamtv.com –  Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut  kebutuhan pokok prioritas  seperti cabe  sejauh ini relatif aman. Apalagi TPID terus mengawasi ketersediaan dan pengendaliannya di pasar.

Bahkan Pemerintah Provinsi Kepri dan Badan Pangan Nasional telah menerapkan pemberlakuan subsidi transportasi untuk mendatangkan cabe dari luar Kepri. Termasuk dalam waktu dekat akan masuk  dari Sulawesi dan juga Aceh.

Pemprov Kepri dan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepri juga terus berupaya melakukan pengembangan budidaya tanaman  cabe. Dimana Pemerintah Provinsi Kepri sendiri, telah mengalokasikan lahan seluas 270 hektar. Meski saat ini, baru 100 hektar yang telah dikembangkan. Dengan demikian,  kebutuhan cabe di Kepri yang per tahunnya mencapai 850 ton, diupayakan dipenuhi sendiri.

“Saat ini petani cabe kita  baru bisa memenuhi kebutuhan kurang lebih  600 ton. Sisa yang 250 ton inilah, yang masih  kita datangkan dari luar, ” jelas Gubernur Ansar.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional terus melakukan intervensi pasar untuk menyeimbangkan harga pangan, yang salah satunya terus dilaksanakan Bulog. Dimana pemerintah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan mendatangi langsung ke pemukiman penduduk atau tempat keramaian. Juga  program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan ke retail modern, pasar tradisional hingga pasar induk.

“Bahkan jika diperlukan kita siap selalu menggelar operasi pasar, ” tambahnya.

Tak lupa, pada kesempatan tersebut Gubernur Ansar yang di dampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepri Suryono, juga menyoroti terkait terjadinya kenaikan inflasi khsuusnya periode bulan Desember 2023 dari  2,76 persen naik ke angka 3,38 persen pada bulan Januari 2024. Hal ini terjadi dikarenakan adanya beberapa fakfor yang menyebabkan terjadinya inflasi.

Dalam hal ini, dikarenakan adanya kenaikan tarif parkir khsuusnya di Kota Batam. Juga adanaya kenaikan harga jual elpiji ukuran 3 kg.  Dan yang terakhir inflasi terjadi karena adanya kenaikan biaya  berobat dan  tarif rumah sakit. Dimana semua terjadi di Kota Batam, sebagai daerah yang paling berpengaruh dalam  menentukan lajunya  inflasi di Kepulauan Riau.

“Karenanya, kita berharap Pemerintah Kota Batam bisa melihat dan meninjau lagi kebijakan kebijakan yang diberlakukan, agar tidak mengganggu upaya recovery ekonomi, dalam rangka mengendalikan laju inflasi di Kepri terus terkendali, ” tutupnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Suryono mengatakan, terkait kenaikan harga beras di Kepri, sejauh ini masih dalam batas yang wajar. Sebab banyak beberapa daerah di Indonesia, justru harga beras sudah jauh mengalami kenaikan harga, jika dibanding harga sebelumnya.

Editor : Oktarian
Reporter: Dwi Susilo