Penyengat Bedelau, Upaya Pemprov Kepri Lestarikan Warisan Melayu dan Perkuat Identitas Bangsa

0
Balai Adat di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, terlihat dari udara. Terlihat revitalisasi dilaksnakan Pemprov Kepri di kawasan ini merubah wajah bangunan sebagai pusat musyawarah, tempat penyambutan tamu penting, dan wadah kegiatan budaya Melayu di Pulau Penyengat.

Tanjungpinang, batamtv.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus mempercepat penataan kawasan Pulau Penyengat melalui program Penyengat Bedelau sebagai bentuk komitmen melestarikan cagar budaya nasional sekaligus memperkuat identitas budaya Melayu.

Hingga Agustus 2026, sejumlah penataan kawasan telah dilakukan secara bertahap, mulai dari revitalisasi jalan dan drainase, peningkatan penerangan, penataan permukiman, perbaikan fasilitas situs bersejarah, hingga pengembangan lanskap kawasan yang mendukung nilai edukasi dan budaya.

Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, menegaskan bahwa Pulau Penyengat memiliki nilai historis yang sangat penting, tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat peradaban Melayu.

“Pulau Penyengat bukan sekadar destinasi wisata, tetapi merupakan pusat peradaban Melayu yang menyimpan jejak penting lahirnya identitas kebangsaan kita,” ujarnya.

Pulau Penyengat diketahui pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga dan melahirkan tokoh besar seperti Raja Ali Haji, yang berperan penting dalam perkembangan bahasa Melayu modern sebagai cikal bakal Bahasa Indonesia.

Sebagai bagian dari penguatan kawasan, Pemprov Kepri juga merencanakan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional dengan konsep open museum yang terintegrasi dengan kawasan cagar budaya. Proyek ini dirancang melalui skema multiyears hingga 2027 dan ditargetkan rampung pada 2028, bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda.

Menurut Ansar, museum tersebut akan menjadi pusat edukasi sejarah bahasa Indonesia sekaligus ruang literasi kebangsaan yang terbuka bagi masyarakat luas.

Upaya pengembangan Pulau Penyengat juga telah dibahas bersama pemerintah pusat, melibatkan sejumlah kementerian guna memperkuat dukungan terhadap kawasan strategis nasional di bidang sejarah dan budaya.

Selain aspek pelestarian, penataan kawasan ini juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM.

“Melalui Program Penyengat Bedelau, kita ingin menjaga warisan sejarah sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Ansar.

Program ini diharapkan mampu menjadikan Pulau Penyengat sebagai destinasi sejarah dan budaya yang tidak hanya dikenal secara nasional, tetapi juga di tingkat internasional.

Penanggungjawab : oktarian
Editor : pariadi
Reporter : dwi susilo