Dua Lokasi Karhutla di Kecamatan Gaung Ditangani, Penyebab Api Masih Diselidiki

0
Sumber : InfoPublik

Pekanbaru, batamtv.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lahan gambut di Desa Belantak Raya dan Desa Semambu Kuning, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, Kamis (17/9/2026).

Sebanyak 118 personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), perusahaan dan masyarakat dikerahkan untuk menangani kebakaran di kedua lokasi.

Kepala BPBD Kabupaten Indragiri Hilir R Arliansyah mengatakan, kebakaran di Desa Belantak Raya terjadi di lahan masyarakat dengan jenis tanah gambut yang sebagian besar merupakan areal perkebunan kelapa.

Di lokasi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama TNI, Polri, aparatur desa, MPA dan masyarakat melakukan pembatasan area, pemadaman serta pendinginan.

“Lahan yang terbakar merupakan lahan masyarakat dengan jenis tanah gambut. Luasan sementara yang terdampak kebakaran sekitar dua hektare,” kata Arliansyah.

Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, antara lain cuaca panas, angin kencang, akses menuju lokasi yang relatif sulit serta keterbatasan jaringan komunikasi.

“Saat ini tim masih melakukan pemadaman dan pendinginan, sekaligus membatasi agar api tidak merambat ke area lainnya,” paparnya.

Sumber air di Belantak Raya berjarak sekitar 400 hingga 500 meter dari titik api.

Sebanyak 31 personel dikerahkan di lokasi tersebut, terdiri dari delapan personel BPBD, satu personel TNI, satu personel Polri, tiga aparatur desa, tiga personel MPA dan 15 warga.

BPBD juga mengerahkan dua unit mesin pemadam, 25 gulung selang berukuran 1,5 inci, empat nozzle, satu Y connection, dua selang induk, dua terpal, satu senter serta dua perangkat handy talky (HT).

Sementara itu, aparatur desa dan masyarakat menggunakan satu unit mesin mini striker, 10 gulung selang berukuran 1,5 inci dan dua nozzle.

Karhutla juga terjadi di Desa Semambu Kuning, Kecamatan Gaung. Pemadaman dan pendinginan di lokasi tersebut dilakukan oleh aparatur desa, TNI, Polri, PT MSK dan masyarakat.

Kebakaran terjadi di lahan masyarakat dengan karakteristik tanah gambut dan topografi datar. Sumber air berjarak sekitar 300 meter dari titik api.

“Luas lahan yang terbakar di Semambu Kuning masih dalam pendataan. Untuk area sekitar lima hektare sudah dapat dipadamkan atau padam secara alami, namun tim masih melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali menjalar,” jelas Arliansyah.

Sebanyak 87 personel terlibat dalam penanganan di Semambu Kuning, terdiri dari dua personel TNI, tujuh personel Polsek, 16 personel Polres, 15 aparatur desa, 40 warga dan tujuh personel PT MSK.

Berbagai peralatan pemadaman turut dikerahkan. Aparatur desa dan masyarakat menggunakan satu unit mesin mini striker, tiga gulung selang, satu nozzle dan satu selang isap.

Polri mengerahkan satu unit mesin mini keong, empat gulung selang, satu nozzle dan satu selang isap. Sementara PT MSK menurunkan satu unit mesin Tohatsu, satu selang isap, 15 gulung selang dan dua nozzle.

Arliansyah mengatakan, pemadaman di Semambu Kuning juga terkendala cuaca panas, angin kencang, kondisi semak belukar serta sumber air yang jauh dan terbatas.

“Angin cukup kencang dan sumber air di lokasi juga jauh serta minim. Karena itu, petugas masih fokus melakukan pemadaman dan pendinginan,” ungkapnya.

Hingga Kamis sore, penyebab kebakaran di kedua lokasi masih dalam penyelidikan.

Petugas terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul atau merambat, terutama karena kebakaran terjadi di lahan gambut.

“Untuk penyebab atau sumber api masih dalam penyelidikan. Yang terpenting saat ini adalah mengendalikan api agar tidak meluas dan memastikan titik-titik yang sudah dipadamkan benar-benar aman,” pungkas Arliansyah.

Sumber : InfoPublik