Mogok Kerja Pekerja Starbucks Meluas ke 300 Gerai di AS pada Malam Natal

0
Ilustrasi gerai kopi Starbucks.(Foto : Shutterstock/Nils Versemann)

Wahington DC,batamtv.com,- Serikat pekerja Starbucks mengumumkan bahwa aksi mogok yang dimulai pada Jumat lalu kini meluas ke lebih dari 300 toko di seluruh Amerika Serikat. Aksi ini dijadwalkan mencapai puncaknya pada Malam Natal, dengan lebih dari 5.000 pekerja diperkirakan ikut serta. Mogok yang dimulai pada hari Jumat ini terjadi setelah negosiasi antara Starbucks dan serikat pekerja menemui jalan buntu.

Dilansir Reuters, serikat pekerja menuntut kenaikan upah, perbaikan jadwal kerja, dan peningkatan jumlah karyawan di toko-toko yang kekurangan staf. Dengan 98 persen toko Starbucks di AS tetap beroperasi, serikat pekerja mengeklaim lebih dari 290 toko tutup total dan lebih dari 300 toko terlibat dalam aksi mogok di 45 negara bagian.

Serikat pekerja menyatakan bahwa mogok ini merupakan unjuk kekuatan awal dan mengindikasikan bahwa aksi serupa akan terus berkembang jika tuntutan mereka tidak dipenuhi. Aksi mogok ini termasuk toko-toko besar di kota-kota seperti New York, Los Angeles, Boston, dan Seattle.

Meskipun serikat pekerja mengklaim mogok ini akan menjadi yang terbesar yang pernah dilakukan, Starbucks menyatakan bahwa dampak pemogokan terhadap operasi mereka sangat terbatas, dengan hanya sekitar 170 toko yang tutup pada hari Selasa.

Perusahaan juga menyebutkan bahwa perundingan antara mereka dan serikat pekerja belum membuahkan hasil, dan mereka siap melanjutkan pembicaraan kapan pun serikat pekerja bersedia kembali ke meja perundingan.
Serikat pekerja, yang mewakili karyawan di lebih dari 500 toko di seluruh AS, menegaskan bahwa Starbucks belum memberikan “proposal ekonomi yang serius” untuk meningkatkan kondisi kerja para pegawainya.

Sebelumnya, serikat pekerja menolak tawaran Starbucks yang mencakup tidak adanya kenaikan upah langsung serta jaminan kenaikan gaji hanya 1,5 persen dalam beberapa tahun mendatang. Para pekerja menilai bahwa tawaran tersebut tidak cukup untuk menutupi kebutuhan hidup yang terus meningkat, terutama menjelang liburan.

Aksi mogok ini berlanjut menjadi perdebatan hangat, dengan para analis menyatakan bahwa meskipun dampaknya mungkin tidak langsung terlihat pada pendapatan Starbucks, ketegangan yang terjadi dapat mempengaruhi citra perusahaan dalam jangka panjang.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                    : Sofyan Atsauri

Sumber                 : Kompas.com