
Teheran, batamtv.com – Ketegangan di kawasan Timur Tengah dilaporkan kembali meningkat setelah pemerintah Iran disebut memasukkan kepentingan ekonomi Amerika Serikat ke dalam daftar potensi target serangan.
Informasi tersebut disampaikan kantor berita Fars News Agency pada Minggu (8/3/2026) dengan mengutip seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan identitasnya.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa strategi penargetan Iran mengalami perubahan. Jika sebelumnya fokus diarahkan pada sasaran militer milik Amerika Serikat dan Israel, kini daftar tersebut diperluas dengan mencakup kepentingan ekonomi Amerika.
Pejabat tersebut menyatakan pemerintah Iran tengah mempertimbangkan berbagai bentuk respons terhadap perkembangan konflik yang terjadi di kawasan.
Ia juga menyebut bahwa keputusan memperluas daftar target diambil setelah sejumlah pernyataan dari pejabat Amerika Serikat dan Israel yang dinilai sebagai ancaman terhadap Iran.
Ketegangan meningkat setelah muncul laporan mengenai serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Minggu malam. Serangan tersebut dilaporkan menargetkan sejumlah fasilitas energi di sekitar Teheran.
Salah satu lokasi yang disebut mengalami kerusakan adalah Depo Minyak Shahran.
Situasi di Timur Tengah memang mengalami eskalasi dalam beberapa waktu terakhir. Ketegangan meningkat setelah operasi militer gabungan yang dilaporkan terjadi pada akhir Februari lalu.
Otoritas Iran menyebut serangan tersebut menyebabkan korban jiwa dan luka dalam jumlah besar, meskipun angka pasti masih menunggu verifikasi independen.
Sebagai respons, Iran kemudian melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone yang dilaporkan menargetkan wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Perkembangan situasi ini terus menjadi perhatian komunitas internasional karena berpotensi memicu eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.









































