
BATAM, batamtv.com – Pengusaha media pers terutama media cetak dan televisi terestrial mulai galau menghadapi persaingan bisnis di era digitalisasi saat ini.
Pergeseran perilaku pembaca dan pemirsa tv terestrial ke media online sudah terbukti dalam beberapa tahun terakhir ini.
Hal ini tentu saja diikuti pemasang iklan dan biro agency iklan yang pada akhirnya mengurangi omset pendapatan.
Selain murah, keuntungan di media online pasti jelas terukur baik jumlah penonton atau jumlah pembacanya. Berbanding terbalik dengan koran dan tv terestrial. Apalagi media televisi yang mengatur jadwal pemberitaan pasti sangat tidak relevan dengan kebutuhan publik saat ini.
Untuk mensiasati itu agar tidak bertumbangan di era digitalisasi saat ini, puluhan perusahaan pers di Riau mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) yang ditaja Serikat Perusahaan Pers (SPS) Cabang Riau, Kamis (30/5/2024) hingga, Sabtu (2/6/2024), di Hotel Sahid, Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Diketahui, kegiatan Bimtek ini, bagian dari agenda SPS yang akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada tahun ini.
Dalam sambutannya, Plt Ketua SPS Provinsi Riau Purnomo, mengatakan, tantangan media pers di era digitalisasi sangat besar, khususnya media cetak.
Dikatakannya, industri media khususnya cetak kini tak seperti 10 tahun silam. Mengingat sekarang semua serba digital, perlu inovasi dan kreasi agar bisa mempertahankan eksistensinya di tengah pesatnya digitalisasi.
“Dengan Bimtek Sustainable Media Pers Riau melalui Transformasi Digital, kami berharap keberlangsungan media pers bisa kembali berkobar seperti tahun-tahun sebelumnya, di mana media cetak bisa menjadi ‘panglima’ informasi di negeri ini,” ucap Purnomo.
Sementara itu, Wasekjen SPS Pusat M Hasbi yang didaulat untuk membuka Bintek dalam sambutannya sangat menyambut baik kegiatan ini. Sebab, media pers saat ini harus mengikuti irama perkembangan teknologi.
Untuk itu, perusahaan pers harus menerapkan proses transformasi untuk mengintegrasikan teknologi digital di semua bidang bisnis. Karena dengan proses ini secara mendasar akan mengubah cara perusahaan memberikan nilai kepada pelanggan.
“Bicara soal perusahaan, tentu kita fokus ke bisnis. Bagaimana perusahaan media pers itu mampu menghasilkan income untuk membiayai karyawan dan operasional. Makanya, salah satu cara yang masih efektif untuk dilakukan adalah dengan cara kolaborasi dengan pemerintah dan pihak swasta,” kata Hasbi.
Keberlangsungan media pers Riau saat ini memang tergencet dengan perkembangan dunia digital. Biaya operasional media cetak yang tinggi, ditambah dengan mudahnya orang berpromosi di media sosial seperti TikTok, Instagram, dan lainnya dengan biaya yang relatif murah, membuat media pers galau.
Masih dalam rangkaian pembukaan, Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur Sakti SSos MSi, menyampaikan, soal strategi pengembangan pariwisata. Menurutnya, semua sektor mengalami masalah yang sama terkait perkembangan dunia digitalisasi.
“Tidak hanya media pers saja, tapi sektor pariwisata juga mengalami persoalan yang sama. Sebagai contoh, travelling yang sudah menggunakan sistim digital. Travel konvensional sudah tidak dilirik orang lain. Suka tidak suka, kita harus mengikuti alur tranformasi digital saat ini. Kalau tidak, maka kita akan tertinggal. Begitu juga soal promosi, dan lain sebagainya,” pungkasnya.
Usai pembukaan, kegiatan Bimtek dilanjutkan dengan dialog yang menghadirkan dua narasumber, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Sriwijaya Dr Drs Hadi Prayogo MIKom dan Head of Corporate Communications PT RAPP Disra Alldrick. Kemudian, acara dilanjutkan dengan membahas kepengurusan SPS Riau yang sekarang sudah berakhir masa baktinya.
Untuk Diketahui, kegiatan Bimtek ini, bagian dari agenda SPS yang akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada tahun ini.
Hadir dalam kegiatan pembukaan Bimtek SPS Riau, Gubernur Kepulauan Riau yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata Guntur Sakti selaku Keynote Speaker, Ketua PWI Pusat Bidang OKK Zulmansyah Sekedang, Komisioner Komisi Informasi Riau Zufra Irwan, Sekretaris SPS Kepulauan Riau Dedy Suwadha, dan 32 orang jajaran KSB, pengurus serta Dewan Pertimbangan SPS Riau.
Agenda selanjutnya, peserta akan melakukan city tour di Provinsi Kepulauan Riau.
editor : oktarian
reporter : muhammad amin








































