FTZ Harus Jadi Andalan Perkuat Ketahanan Ekonomi Nasional

0
Gubernur Kepri H Ansar Ahmad (tiga dari kiri) berfoto bersama Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Bintan Wilayah Kota Tanjungpinang, Cokky Wijaya Saputra, usai dilantik, Jumat (26/7/ 2024). Acara dihadiri PJ Walikota Tanjungpinang dan sejumlah pejabat lainnya. (Foto : Dwi Susilo/batamtv.com)

Tanjungpinang,batamtv.com, – Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengungkapkan, kawasan Free Trade Zone (FTZ) harus dijadikan andalan dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Ini mengingat proyeksi resesi ekonomi global yang masih berlanjut.

Ansar mengatakan hal itu, saat melantik Cokky Wijaya Saputra sebagai Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Bintan Wilayah Kota Tanjungpinang, Jumat (26/7/ 2024).
Acara dihadiri PJ Walikota Tanjungpinang dan sejumlah pejabat lainnya.

Gubernur berharap, Kepri harus bisa memberikan kontribusi besar dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Salah satunya melalui BP kawasan Bintan wilayah Kota Tanjungpinang.

“Pelantikan ini adalah bagian dari penyegaran organisasi untuk mengoptimalkan peran BP Bintan di wilayah Kota Tanjungpinang,” katanya.

Menurutnya, FTZ Bintan wilayah Kota Tanjungpinang yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2007, diterbitkan pemerintah untuk percepatan pengembangan investasi.

Karena, pemerintah pusat menginginkan Kepri sebagai salah satu lumbung kontributor untuk pengembangan ekonomi wilayah.

“Kita yakin kalau semua wilayah memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Maka akan memberikan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan besar bagi negara kita tercinta ini,” jelas Ansar.

Gubernur Ansar juga berharap di bawah kepemimpinan Cokky Wijaya, BP kawasan Bintan wilayah Tanjungpinang dapat lebih berperan aktif dalam mengimbangi dan mengembangkan investasi di Kepri.

“Mudah-mudahan saudara Cokky bisa bekerja maksimal dalam rangka percepatan investasi di kawasan BP Bintan wilayah kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                   : Sofyan Atsauri

Reporter                : Dwi Susilo