Dosen Universitas Ibnu Sina Batam Mendorong Guru SMK Aljabar Batam Kuasai Teknologi Energi Hijau dan AC Simulator untuk Hadapi Revolusi Industri 4.0

0
Tim dosen Universitas Ibnu Sina Batam kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Strategi Pembelajaran Berbasis Trainer Simulator AC dan Energi Hijau untuk Meningkatkan Kompetensi Guru SMK Aljabar Batam Jurusan Elektronika di Era Revolusi Industri 4.0. (adv)

BATAM, batamtv.com – Program inovatif ini dipimpin oleh Dr. Ir. Yunesman, S.Pd.,M.Pd.T sebagai Ketua Tim, dengan anggota Ir. Reflizon Yastra, ST., MT dan Weni Lestari Putri, S.Kom., M.Kom.. Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikbud Ristek tahun anggaran 2025 yang laksanakan Pada Tanggal 28 Oktober Sampai 8 November 2025

Tantangan di Era Industri 4.0

Dalam era Revolusi Industri 4.0, teknologi pendingin udara (air conditioner) dan energi hijau menjadi bidang strategis yang menuntut kemampuan guru SMK untuk memahami integrasi antara sistem elektronik, efisiensi energi, serta otomasi.

Namun, hasil observasi tim menunjukkan bahwa lebih dari 70% guru di SMK Aljabar Batam masih menggunakan metode pembelajaran konvensional, tanpa dukungan alat peraga modern. Keterbatasan fasilitas laboratorium dan belum tersedianya trainer simulator menyebabkan pembelajaran bersifat teoritis dan kurang relevan dengan kebutuhan industri.

Dr. Ir. Yunesman menjelaskan bahwa hal ini berdampak langsung terhadap minat siswa dan kualitas lulusan. “Kita menemukan adanya penurunan jumlah siswa jurusan elektronika dari tahun ke tahun. Salah satu penyebabnya adalah minimnya pengalaman praktik yang sesuai dengan dunia industri. Melalui program ini, kami ingin menjembatani kesenjangan antara sekolah dan kebutuhan pasar kerja,” ujarnya.

Inovasi: Trainer Simulator AC dan Energi Hijau

Sebagai solusi, tim PKM Universitas Ibnu Sina mengembangkan Trainer Simulator AC berbasis Energi Hijau, alat pembelajaran yang memungkinkan guru dan siswa mempelajari sistem pendingin udara sekaligus prinsip efisiensi energi.

Trainer hasil rancangan Dr. Yunesman secara modular, interaktif, dan ramah lingkungan, menggunakan refrigeran hemat energi serta sistem digital monitoring.“Alat ini tidak hanya mengajarkan prinsip pendinginan udara, tapi juga integrasi dengan sistem tenaga surya dan kontrol digital,” jelas Ir. Reflizon Yastra.

Selain itu, tim juga mengadakan pelatihan intensif bagi para guru SMK Aljabar, mencakup materi:

Teknologi dasar sistem pendingin dan kontrol suhu otomatis,

Aplikasi energi terbarukan dalam sistem AC, Penggunaan software simulasi untuk analisis performa,dan pembuatan modul ajar berbasis proyek (Project-Based Learning).

Pelatihan ini dikemas dengan pendekatan learning by doing, di mana para guru langsung terlibat dalam perakitan dan pengujian trainer simulator yang mereka gunakan di kelas.

Dampak dan Manfaat bagi Guru dan Sekolah

-Program ini memberikan dampak nyata bagi penguatan kapasitas guru di bidang teknik elektronika. Setelah pelatihan, guru mampu:

-Membuat media ajar berbasis proyek dengan pendekatan energi hijau,

-Mengoperasikan dan merawat sistem AC digital simulator,

-Melakukan pembelajaran kolaboratif dengan siswa, serta

-Mengintegrasikan kurikulum Merdeka Belajar ke dalam praktik industri 4.0.

Menurut Kepala Sekolah SMK Aljabar Batam, kegiatan ini membawa semangat baru di lingkungan sekolah.

“Pelatihan ini menjawab kebutuhan kami akan pembelajaran praktis yang modern. Dengan trainer simulator ini, guru bisa mengajar lebih aplikatif dan siswa lebih termotivasi untuk belajar teknik pendingin dan energi hijau,” ungkapnya.

Kolaborasi Tridharma Perguruan Tinggi

Bagi Universitas Ibnu Sina, kegiatan ini adalah wujud nyata dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat berbasis teknologi dan inovasi pendidikan.

Weni Lestari Putri, M.Kom., menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak berhenti di pelatihan. “Kami sedang menyiapkan platform digital dan video tutorial di YouTube agar sekolah-sekolah lain dapat mereplikasi model pembelajaran ini. Luaran dari program ini juga mencakup artikel jurnal Sinta 3 dan publikasi nasional sebagai bentuk transfer ilmu,” jelasnya.

Selain publikasi ilmiah, program ini menghasilkan beberapa luaran penting:

-1 set Trainer Simulator AC berbasis Energi Hijau diserahkan ke SMK Aljabar Batam,

-Video edukatif di YouTube tentang pembuatan dan penggunaan trainer,

-Pamflet dan publikasi media nasional, dan modul pembelajaran untuk guru vokasi berbasis proyek energi hijau.

Sertifikat untuk pengalaman kompetensi guru yang telah melakukan Pelatihan Simulator Ac berbasis Energi Hijau

-Nilai Novelty Program

Nilai kebaruan (novelty) dari program ini terletak pada integrasi tiga elemen inovatif:

Kombinasi antara teknologi pendingin (AC) dan sistem energi hijau, yang belum banyak diaplikasikan di pendidikan vokasi tingkat SMK.

Pendekatan pembelajaran berbasis proyek (PjBL) yang menempatkan guru sebagai fasilitator kreatif, bukan sekadar pengajar.

Keterlibatan langsung mahasiswa dalam pembuatan dan pelatihan trainer simulator sebagai implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sehingga pembelajaran di perguruan tinggi berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurut Dr. Yunesman, pendekatan ini menjadi model baru untuk transformasi pendidikan vokasi menuju green industry 4.0.

“Kami ingin SMK tidak hanya melahirkan teknisi, tetapi juga inovator muda yang memahami teknologi berkelanjutan,” ujarnya.

-Rencana Keberlanjutan

Program ini tidak berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan berkala dan evaluasi capaian guru. Sekolah mitra diharapkan membentuk kelompok kerja (pokja) energi hijau untuk memastikan pemanfaatan trainer simulator secara berkelanjutan.

Selain SMK Aljabar, Universitas Ibnu Sina juga berencana memperluas implementasi program ini ke beberapa sekolah vokasi lain di Kota Batam dan sekitarnya, seperti SMK Hang Tuah dan SMK Negeri 3 Batam.

Penutup

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah kejuruan seperti ini membuktikan bahwa inovasi teknologi dapat menjadi kunci peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia. Melalui sinergi antara ilmu, teknologi, dan pemberdayaan, SMK Aljabar Batam kini menjadi pionir penerapan pembelajaran berbasis trainer simulator AC dan energi hijau di era Revolusi Industri 4.0.

Dengan dukungan penuh dari tim Universitas Ibnu Sina, program ini menjadi bukti bahwa perubahan pendidikan menuju keberlanjutan dan kecakapan industri masa depan dimulai dari ruang praktik SMK. (*adv)