Ditemukan Tewas Tergantung, Korban Tinggalkan Sepucuk Surat

0
Tim Inafis Polresta Barelang mengevakuasi jasad Putra Ardiantono dari tempat kosnya di Bengkong Asrama, Kamis (4/7/2024). (Foto : Muhammad Amin/batamtv.com)

Batam,batamtv.com,-Putra Ardiantono (36), warga Bengkong Asrama ditemukan tewas tergantung di kusen jendela kamar kosnya, Kamis (4/7) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat ditemukan, korban mengenakan singlet dan sarung, serta di lehernya terlilit seutas kabel. Jasad Putra pertama kali ditemukan teman kosnya.

“Temannya pertama kali menemukan. Langsung lapor ke punya kos dan polisi,” ujar Robi, warga setempat.

Robi menjelaskan Putra beberapa hari terakhir jarang ke luar kamar. Bahkan, ia tak pernah bercerita memiliki masalah.
“Kalau masalah pribadi dia gak pernah cerita juga,” katanya.

Usai jasad ditemukan, Unit Reskrim Polsek Bengkong bersama Tim Inafis Polresta Barelang mendatangi lokasi. Dari pemeriksaan awal, tak ditemukan tanda kekerasan di jasad Putra.

Namun, polisi menemukan sepucuk surat di dekat jasad. Surat tersebut ditujukan kepada seorang perempuan bernama Hani. Diduga, Putra dan Hani pernah menjalani hubungan asmara.

Kapolsek Bengkong, Iptu Dody Basyir mengatakan dari pemeriksaan, Putra diduga tewas karena bunuh diri. Jasadnya kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara.

“Pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda kekerasan,” ujarnya.

Disinggung motif bunuh diri tersebut, Doddy mengatakan memang menemukan sepucuk surat untuk seorang wanita. Namun, ia mengaku belum bisa menyimpulkan hal tersebut.

“Memang ada surat tersebut. Tapi masih kita selidiki,” tutupnya.

Sebelum ditemukan tewas, pria di Batam yang memilih akhiri hidupnya dengan gantung diri dalam kamar kos di Bengkong Asrama, Kamis (4/7/2024) meninggalkan sepucuk surat.

Surat itu ditulis tangan. Isinya permintaan maaf kepada seorang perempuan bernama Hani. Dari isinya, pria itu tampak frustrasi.

“Han, Mohon maaf sebesar-besarnya selalu bikin stress, nangis, dan tidak bahagia. Baik baik disana ya sayang embem, maafin aa. Semua kesalahan aa walaupun dah mati aa sayang dan mencintai keluarga Hani. Salam ke keluarga semuanya, maafin aa mengkahiri jalan hidup aa dengan tidur selamanya. Aa sayang Hani,” tulis pesan terakhirnya.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                    : Sofyan Atsauri

Reporter                 : Muhammad Amin